Faktual.net – Semende – Penjualan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dilakukan MTS Negeri 03 Muara Enim yang berada di Desa Pajar Bulan Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim kepada ratusan anak didiknya sebabkan wali murid menjerit.
Hal itu berawal dari informasi salah satu orang tua siswa kepada wartawan, yang mengeluhkan dan sedikit terbebani dengan pembelian LKS seharga Rp.170 ribu/paket di sekolah anaknya.
“Saya kurang tahu jumlah buku LKSnya berapa. Kalau harganya Rp. 170 ribu, kami agak terbebani dengan adanya pembelian LKS ini,” ujar orang tua siswa tersebut yang meminta namanya dirahasiakan kepada kami.
Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, wartawan mencoba menemui pihak sekolah MTSN 03 Muara Enim, Efi Sosilowati N ,S.Pd selaku Kepala Sekolah yang membenarkan terkait penjualan buku LKS sebesar Rp. 170 ribu kepada tiap siswa.
“Ia memang benar ada penjualan buku LKS kepada siswa seharga Rp. 170 ribu, ujarnya.
Efi juga menambahkan, Jjumlah siswa MTSN 03 Muara Enim keseluruhan sekitar 200 anak didik dengan 25 orang tenaga pendidik.
“Penerapan buku LKS itu, untuk penyesuaian kurikulum baru agar murid bisa belajar di rumah. kebijakan itu sudah terjadi sebelum saya menjadi Kepala Sekolah di sini, dan mengenai pembelian sudah melalui hasil musyawarah dengan wali murid bersama komite, untuk ke depan jika memang wali murid keberatan kita akan tiadakan,” ucap Efi Sosilowati.
Menurut keterangan
Selaku oprator sekolah juga membenarkan atas sumbangan kepada anak murid dan wali murid, dikarenakan
Dana Bos tidak mencukupi ujarnya.
Hal ini juga di benarkan oleh Firman selaku Ketua Komite yang membenarkan adanya penjualan LKS di MTS Negeri 03 Muara Enim, sebesar Rp. 170 ribu/siswa hal ini di sebabkan karena buku pelajaran tidak mencukupi,” ujarnya pada Kamis (06/06/2024).
Adanya praktik penjualan buku di MTS Negeri Muara Enim, apakah sesuai dengan aturan atau malah sebaliknya menjadi atensi bagi Kemenag untuk segera mengevaluasinya,
sehubungan Kepala
Sekolah tidak ada jawaban sehingga
berita kmi turunkan.
Reporter: Johan /.Zulhaheri

















