
Faktual.Net, Kendari — Berburu Takjil sudah menjadi tradisi saat Bulan Ramadan, aneka jajanan buka puasa dipinggir jalan ramai dikunjungi oleh masyarakat.
Dalam pantauan media ini, ramai pengunjung yang berdatangan membuat pelataran kantor gubernur dipadati oleh banyak orang khususnya mahasiswa yang ngaburit.
Tempat dengan nuansa outdoor yang dibalut oleh banyaknya pedagang yang menjajakan berbagai macam menu takjil dengan harga yang tergolong ekonomis, menjadikan pelataran kantor gubernur cocok untuk semua lapisan masyarakat.
Berbagai jenis makanan mereka jajakan, mulai dari kue, roti, aneka gorengan, berbagai macam es serta jajanan tradisional tersaji di lapak masing-masing sejak pukul 15.30 WITA.
Aneka takjil ini dihadirkan dengan harga bervariasi tergantung jenis takjil, seperti kue panada 3 buah Rp 5 ribu, sama seperti jalangkote, sementara kue risoles 2 buah Rp 5 ribu serta minuman juz ribu/cup, demikian juga es buah dan es kelapa muda 1 porsi 5 Rp ribu.
Seperti yang dituturkan salah seorang pengunjung bernama Rini yang berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Kendari pembeli takjil mengaku salah satu moment yang dirindukan ketika ramadan adalah berburu takjil.
“Saya datang ke sini karena pemandangannya yang menarik, cocok untuk ngabuburit. Selain itu banyak penjual yang menjajakan takjil dengan harga yang terjangkau, jadi bisa sekalian berbuka puasa di sini,” ucap Mahasiswa FIB UHO ini.
Tak hanya itu, untuk membeli takjil pun memilih berbelanja takjil di sekitar bundaran gubernur itu, karena banyak pilihan dan nyaman.
“Tidak puasa saja disini memang ramai, pas bulan puasa lebih ramai lagi. Selain itu, kuenya murah dan banyak pilihan,” paparnya.
Sementara itu, Mifta Mahasiswa FKIP UHO ini mengaku selalu menjadikan tempat ini menjadi lokasi berbuka puasanya.
“Karena kita kan juga kos di sini, jadi sering berbuka di sini dan starategis tempatnya,”tuturnya.
Terakhir, Arif seorang pedagang takjil, juga antusias berjualan di hari puasa ketiga, dan mengaku sering membuka lapaknya di tempat itu.
“Setiap tahun puasa pasti disini, semangat juga kalau puasa karena suasana inilah yang dirindukan, khasnya bulan ramadan” tutupnya.
Penulis: Kariadi















