Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Walhi Gelar Dialog Panggung Rakyat, Sorot Sumber Daya Alam Sultra Dibawah Cengkraman Oligarki

×

Walhi Gelar Dialog Panggung Rakyat, Sorot Sumber Daya Alam Sultra Dibawah Cengkraman Oligarki

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Walhi kembali menyuarakan kondisi Sulawesi Tenggara yang krisis HAM dan lingkungan, melalui forum dialog dan panggung rakyat di Kedai Surabi, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu (26/3/2023).

Faktual.Net, Kendari, Sultra — Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) gelar kegiatan dialog dan panggung rakyat, bertempat Kedai Surabi, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu (26/3/2023).

Ketua panitia Fitra Wahyuni, mengatakan kekayaan Sumber Daya Alam yang ada di Sutra adalah anugrah yang seharusnya bisa memberikan kesejahteraan untuk masyarakat, tetapi sayangnya kuasai oleh segelintir orang dan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Namun demikian, diskusi dan panggung rakyat yang selenggarakan Wahana Lingkungan Hidup Sultra salah satu upaya untuk mengkampanyekan situasi Hak Asasi Manusia dan Lingkungan, bagaimana tidak kondisi kelestarian lingkungan seakan pupus dari pengamatan Pemerintah Provinsi.

“Tujuan kami mengadakan diskusi dan panggung rakyat ialah tidak lain, untuk mensosialisasikan kondisi Sultra yang secara ekologi dan kemanusiaan mulai terkikis oleh kepentingan oligarki,” ujarnya.

Selain itu juga, ingin melakukan konsolidasi dengan berbagai elemen lembaga dan masyarakat dalam memajukan Hak Asasi Manusia dan lingkungan di Sultra.

Hal tersebut juga ditegaskan pula oleh Direktur Wahana Lingkungan Hidup Sultra, Andi Rahman, ia berharap agar kekayaan alam yang diberkahi oleh Allah Swt dapat dimanfaatkan untuk pembangunan yang lebih baik kedepan dan menjadi sentral perputaran ekonomi yang memadai.

Diskusi dan panggung rakyat tersebut menjadi awal bagi publik secara luas agar menyadari pentingnya gerakan pemajuan Hak Asasi Manusia dan Lingkungan di wilayah Sultra.

“Harapan kami agar publik teredukasi dan bisa bekerja sama untuk kelestarian lingkungan dan kehidupan Hak Asasi Manusia yang berkelanjutan dan segala ruang hidup tetap terjaga.” tuturnya

Andi Rahman juga menjelaskan, salah satu akar persoalan lingkungan hidup di Sulawesi Tenggara adalah praktek korupsi dalam pengelolaan sumber daya alam.

Baca Juga :  Kamsina Sulit Dihubungi, Nomor Wartawan Diduga Diblokir Saat Konfirmasi Dana JKN Rp50 Juta

“Kami menduga masih banyak praktek-praktek korupsi di sektor Sumber Daya Alam (SDA) mulai dari penerbitan izin yang tidak sesuai dengan prosedur, mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang ada,” tegasnya

Sementara Direktur Pusat Kajian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Iskandar Wijaya, mengatakan bencana ekologis dan pelanggaran Hak Asasi Manusia masih saja terus terjadi, sehingga perlu pemanfaatan Sumber Daya Alam yang berwawasan lingkungan hidup yang mengedepankan kehidupan jangka panjang.

“Perlu kita lakukan kajian mendalam tentang pengelolaan dan pemanfaatan Sumber Daya Alam yang berwawasan lingkungan, sehingga dapat memberikan kesejahteraan dan pembangunan masyarakat yang tidak menimbulkan bencana ekologis dan pengrusakan ruang hidup termasuk Hak Asasi Manusia,” tegasnya

Pemerintah sudah harus lebih serius dan dapat memberikan jaminan perlindungan, penghormatan dan pemenuhan terhadap hak atas lingkungan hidup.

Ia juga mendesak, agar pemerintah bisa menjadi garda terdepan mengambil tanggung jawab atas kejahatan lingkungan dan kemanusian yang terjadi di Sutra.

“Pemerintah ini kan tidak boleh tunduk terhadap korporasi dan kepentingan investor karena ia punya tanggung jawab terhadap masyarakatnya,” katanya

Panggung rakyat tersebut menghadirkan berbagai macam kelompok yang terdiri dari Lembaga Seni, Lembaga Pecinta Alam, Lembaga pemerhati Hak Asasi Manusia dan Lembaga Kemahasiswaan, beserta NGO yang ada di Kota Kendari.

Diketahui, kegiatan ini membuka wadah bagi semua elemen masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya. Kegiatan yang tersuguhi juga berbagai macam, mulai dari orasi, puisi, musikalisasi puisi, musik tarian dan juga mural. (Kariadi)

Tanggapi Berita Ini