Example floating
Example floating
Daerah

Wawali Bakal Telusuri Dalang Dibalik Rencana Kudeta Kades Maidi

×

Wawali Bakal Telusuri Dalang Dibalik Rencana Kudeta Kades Maidi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Tidore. Kepemimpinan M. Rizal Faraman selaku Pj. Kepala Desa Maidi Kecamatan Oba Selatan Kota Tidore Kepulauan yang baru menjabat selama 3 (Tiga) bulan kini mulai digoyang oleh sejumlah oknum yang berasal dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Langkah Kudeta yang ditunjukan sejumlah oknum tersebut, karena dinilai M. Rizal Faraman selama memimpin Desa Maidi kurang baik, sehingga kebijakan Rizal kerap bertentangan dengan keputusan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Padahal, menurut Rizal selama dirinya menjadi Kepala Desa dia sudah sangat terbuka, bahkan dalam pencairan dana Desa di tahun 2018, ia secara terang-terangan memperlihatkan tumpukan uang tersebut dihadapan masyarakat, dan meminta masyarakat untuk menghitung uang itu dihadapan BPD. Hanya saja tak ada satupun yang berani menghitung uang itu.

“Dalam ketentuan, pejabat kepala desa harus diganti minimal enam bulan, tapi saya baru tiga bulan menjabat sudah mau diganti, ini yang membuat saya tidak mengerti dengan langkah BPD, aturan mana yang mereka baca. Padahal dimasa kepemimpinan saya, sudah saya lakukan yang terbaik. bahkan tunjangan jabatan yang saya miliki tidak saya ambil, melainkan saya gunakan untuk pembiayaan tambahan bagi staf di Desa,” Beber Rizal pada saat menyampaikan sambutan diacara Pelantikan Pemuda Desa Maidi yang berpusat di lapangan Desa Maidi pada Sabtu, 10/11/2018 malam.

Kendati demikian, Rizal mengaku bahwa jika dirinya harus diganti, maka dengan ikhlas ia sudah sangat siap. Bahkan sebelum rencana pergantian ini dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) yang direncanakan pada Senin, 12 November 2018. Sebelumnya dia sudah sempat meminta pengunduran diri melalui Kepala Kecamatan Oba Selatan sebanyak dua kali, hanya saja dari pihak kecamatan tidak menyetujui akan hal tersebut dengan alasan, Rizal masih dianggap solusi dalam menyelesaikan banyaknya permasalahan yang berada di Desa Maidi.

“Setiap kebijakan yang diambil saya selalu berpatokan pada aturan yang berlaku, seperti pergantian kepala dusun, tetapi BPD maunya saya berkonsultasi dengan mereka, padahal soal pergantian itu adalah hak perogratifnya kepala Desa,” ungkapnya dihadapan ratusan masyarakat Maidi beserta tamu undangan yang hadir pada kesempatan tersebut.

Baca Juga :  DPC GMNI KENDARI Gelar Aksi Memperingati Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional

Ironisnya, kata Rizal demi menjatuhkan posisinya sebagai kepala Desa, ada sejumlah Oknum yang diduga berasal dari BPD Desa Maidi meminta tandatangan masyarakat sebagai bentuk persetujuan terkait dengan pergantian Kepala Desa.

“Mereka pergi menemui masyarakat dan minta tandtangan soal bantuan, soal klarifikasi pak camat terkait sikap saya ganti kepala dusun tafaga, padahal mereka bohong, karena tujuan penandatanganan itu hanya untuk menggantikan saya. Untuk itu kepada masyarakat jika ada yang meminta tandatangan mohon untuk dibaca terlebih dahulu sebelum tandatangan,” bebernya dihadapan Wakil Walikota Kota Tikep Muhammad Sinen yang kemudian mendapat sorakan dari masyarakat untuk tetap mempertahankan Rizal sebagai Kepala Desa.

Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Walikota Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen kemudian angkat bicara, dia mengatakan pemimpin seperti Rizal sesungguhnya sulit ditemukan, sebab selain kejujuran dia (Rizal) sudah sangat transparan. Dan apabila ada orang yang selalu mencari kesalahan orang lain, maka sesunguhnya orang itu lebih jahat dari orang yang dimaksud.

“Orang yang jujur susah dicari, untuk itu tidak ada satupun yang bisa menggantikan Kepala Desa Maidi. Sebab saya tau persis kondisi masyarakat Desa Maidi, banyak masalah yang harus diselesaikan demi kemajuan desa maidi itu sendiri,” pungkasnya.

Lebih lanjut Wawali menegaskan bahwa terkait dengan adanya Oknum yang meminta penandatanganan dari Masyarakat dalam bentuk rekomendasi guna dibawa ke DPMD sebagai dasar persetujuan pergantian kepala Desa Maidi akan dia telusuri dengan memanggil oknum bersangkutan. sebab tindakan tersebut sungguh membuat wawali terlihat geram karena dianggap telah melakukan kebohongan.

“Saya akan selidiki tandatangan itu, dan saya akan panggil DPMD untuk memanggil orang yang membawa tandatangan itu. Sebab ini tindakan yang tidak baik dan saya sangat tidak suka, olehnya itu saya harapkan persoalan ini bisa dihadapi dengan kepala dingin dan diselesaikan secara bersama guna menyelesaikan sejumlah masalah di Desa Maidi,” tandas Wawali yang kemudian mendapat sorakan dan tepuk tangan dari ratusan masyarakat Desa Maidi.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit