Tolak Pembicaraan Tertutup, Ini Yang Dilakukan Serikat Mahasiswa Hongkong

81
Ilustrasi : Para demonstran yang terdiri dari para ibu di Hong Kong, pendukung aksi mahasiswa di negara tersebut, memegang spanduk selama berlangsungnya aksi unjuk rasa, Jumat, 5 Januari 2019 lalu.

Faktual.Net, Hong Kong. Kumpulan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa dari dua universitas Hong Kong menolak undangan walikota carrie lam dengan alasan pembicaraan mengenai kerusuhan beberapa waktu lalu terkait proposal untuk mengizinkan ekstradisi tersangka penjahat ke China Daratan pada Jumat 5/7/2019. Penolakan itu dianggap sebagai janji Lam untuk berbuat baik lagi dalam mengakomodir aspirasi generasi muda.

Soal penolakannya, para tokoh mahasiswa dalam konferensi pers menyatakan bahwa menurut mereka, Lam tidak bersikap tulus. Pihak Lam mengundang mereka untuk melakukan pertemuan tertutup, tetapi para mahasiswa menyatakan pertemuan apapun seharusnya bersifat terbuka dan mencakup perwakilan yang lebih luas lagi.

Baca Juga :  Gubernur Sultra Tinjau Abrasi Bantaran Sungai Konaweha

“Pertemuan tertutup tidak memiliki saksi untuk membuktikan apa yang dibahas, masyarakat tidak tahu dialog itu mengenai apa,” kata Jordan Pang dari Serikat Mahasiswa University of Hong Kong. “Masyarakat berhak untuk tahu.”

Ng Yat Ming, wakil presiden Serikat Mahasiswa Hong Kong University of Science and Technology menambahkan, mereka akan dikecam sebagai pengkhianat jika berunding dengan Lam atas nama masyarakat. Menurutnya pertemuan tersebut untuk kepentingan publikasi belaka untuk memperbaiki citranya dimasyarakat.

Baca Juga :  Pelaku Pembunuhan Kiki Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Saat ini generasi muda telah mengambil posisi memimpin dalam protes-protes menentang legislasi ekstradisi, yang dianggap banyak kalangan sebagai ancaman terhadap hak-hak yang telah dijamin bagi Hong Kong berdasarkan formula “satu negara, dua sistem” yang berlaku dalam pemerintahan di teritori China itu.

Red/VoA

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :