oleh

Tim KKN Tematik FPt UHO Edukasi Masyarakat Tetap Produktif dalam Mengembangkan Usaha di Masa Pandemi COVID-19

Faktual.Net, Kendari, Sultra – Pandemi global COVID-19 yang terjadi hampir 8 bulan belakangan ini menyebabkan perubahan yang drastis terhadap tatanan kehidupan masyarakat. Tidak hanya perubahan perilaku kehidupan sehari-hari, namun juga merubah hampir semua lini kehidupan.

Pada tatanan kehidupan baru (New Normal) saat ini, banyak hal yang dahulu sebelum pandemi COVID-19 terjadi bisa terlaksana, namun saat ini menjadi berubah tata kelolanya dan terbatasi oleh protokol kesehatan, bahkan tidak bisa dilakukan lagi sesuai undang-undang kesehatan yang dikeluarkan pemerintah.

Salah satu perilaku kehidupan baru yang mulai dibiasakan adalah membatasi mobilitas, physical distancing (menjaga jarak satu dengan yang lain) dan meningkatkan perilaku hidup sehat. Akibat perubahan pola kehidupan tersebut, beberapa kesulitan muncul, antara lain masyarakat tidak bisa bebas bekerja seperti sebelumnya. Banyak pekerjaan yang bersifat komunal, berkelompok tidak dapat dilakukan lagi.

“Hal tersebut tentunya berimplikasi terhadap pendapatan masyarakat secara umum. Melihat fenomena yan ada terjadi, Fakultas Peternakan (FPt) UHO bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) UHO menyelenggarakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) tahun 2020 dengan tema “Pengembangan aneka produk dan olahan limbah ternak Sebagai Sumber Pendapatan Alternatif bagi Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19” terangnya.

Semangat yang diusung oleh KKN ini adalah memberikan program yang diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi serta menjadi solusi bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan alternatif berbasis produk dan limbah peternakan selama masa pandemi COVID-19.

📷Pembuatan Demplot Kebun Sayur Organik di Kelurahan Bonggoeya, Wua-Wua, Kendari (Foto: Ist)

Serangkaian kegiatan dalam program KKN Tematik yang dilakukan merupakan salah satu peran dan kontribusi Dosen dan Mahasiswa FPt UHO dalam melanjalankan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Pelaksanaan KKN Tematik tahun ini berbeda dengan pelaksanaan KKN sebelumnya, terutama pada metode pelaksanaannya. Apabila sebelumnya mahasiswa peserta KKN dikumpulkan pada suatu desa/ wilayah tertentu, maka dalam pelaksanaan program KKN tematik ini mahasiswa peserta KKN tersebar di beberapa desa/ kelurahan di wilayah kabupaten/ kota di Sulawesi Tengara dan Sulawesi Selatan sesuai dengan domisili peserta. Hal ini, disampaikan oleh Ketua Tim KKN Tematik Fakultas Peternakan UHO bahwa pelaksanaan Program KKN tematik yang dilakukan harus tetap mengakomodir penerapan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19.

Baca Juga :  Polda Sultra Kerahkan Helikopter Bubarkan Massa Aksi Demonstrasi

Harapannya adalah agar mahasiswa peserta KKN terminimalisasi untuk melakukan kegiatan secara berkelompok. “Peserta dapat melaksanakan program KKN di lingkungan masing – masing, sesuai dengan potensi sumber daya dilokasi domisilinya untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi peternakan kepada masyarakat tanpa mengurangi semangat dan tujuan dilakukannya KKN ini” terang Dr. Ir. Ali Bain, M.Si. Kamis, (30/7/2020).

Dosen Tim Pendamping KKN Tematik FPt UHO tahun 2020 ini adalah Firman Nasiu M.Sc, Hairil A. Hadini, M.Sc, Astriana Napirah, M.Sc, Widhi Kurniawan, M.Si, Denvi M. Daoed M.Sc, Nurhayu M.Si dan Rusmianto S.Pt, yang merupakan dosen dan tenaga kependidikan di Fakultas Peternakan UHO.

Selama 30 hari pelaksanaan KKN Tematik, sebanyak 29 mahasiswa peserta KKN tematik dilibatkan yang terdiri dari 25 orang mahasiswa Fakultas Peternakan dan 4 orang mahasiswa FMIPA UHO, yang dilaksanakan mulai tanggal 19 Juni dan berakhir pada tanggal 20 Juli 2020 dengan lokasi yang tersebar di 9 kabupaten/ kota di Sulawesi Tenggara (Kendari, Muna, Muna Barat, Konawe Selatan, Wakatobi, Baubau, Buton Utara, Buton, Buton Tengah) dan Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan.

Adapun program yang dilaksanakan dalam KKN Tematik terdiri atas: Budidaya Ayam di Pekarangan, Pembuatan Nugget Ayam, Pembuatan Telur Asin, Pengolahan Pupuk Organik dan Demplot Kebun Sayur Organik.

📷Pelatihan Pembuatan Nugget Ayam di Desa Madongka, Lakudo, Buton Tengah (Foto: Ist)

Selama satu bulan penuh para peserta mendampingi warga masyarakat dalam mengimplementasikan program program yang telah dirancang oleh Dosen Pendamping bersama mahasiswa peserta KKN Tematik FPt UHO.

Firman Nasiu, M.Sc, sebagai salah seorang dosen pendamping dalam tim KKN menyatakan bahwa program pilihan seperti pembuatan pupuk organik telah didesain sebaik dan seplikatif mungkin agar dapat dipraktekkan oleh mahasiswa dan mudah diadopsi oleh masyarakat sasaran saat program KKN Tematik berlangsung.

“Mahasiswa Peserta KKN Tematik terlebih dahulu dibekali pengetahuan teknis dan praktis tentang berbagai program yang telah dirancang, sehingga mahasiswa peserta KKN tematik dan warga masyarakat dapat menggunakan bahan sisa peternakan di lingkungan mereka untuk membuat pupuk organik”, ucapnya.

Masyarakat serta pemerintah desa/ kelurahan di lokasi KKN Tematik pun merasa sangat beruntung mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mempraktekkan bersama mahasiswa tentang berbagai bermacam macam pengetahuan dan teknologi aplikatif tentang pengelolaan produk dan juga limbah peternakan untuk dijadikan produk usaha yang bernilai ekonomis yang mereka belum dilakukan sebelumnya.

Baca Juga :  Kawal Rolling City Bikers, Ini Penekanan Kasat Lantas Polres Gowa
📷Pelatihan Pembuatan Telur Asin di Kelurahan Bonggoeya, Wua-Wua, Kendari (Foto: Ist)

“Kami sangat senang bisa belajar membuat nugget ayam yang selama ini kami kira sulit, ternyata mudah. Setelah ini saya semangat untuk mencoba lagi, sepertinya hasilnya lumayan buat tambah tambah, karena sekarang semua serba sulit” tutur Wa Hasia, salah seorang ibu rumah tangga peserta Pelatihan Pembuatan Nugget Ayam di Desa Madongka, Lakudo, Buton Tengah.

Sementara itu perasaan serupa juga diutarakan oleh ibu – ibu peserta Pelatihan Pembuatan Demplot Sayur Organik di Kelurahan Melai, Murhum, Kota Baubau. “Ternyata ini juga bisa menjadi tambahan (penghasilan), karena halaman ini bisa saya tanami sayuran, minimal saya tidak perlu belanja kangkung” seloroh Nurmahsita dengan semangat Ketika ditanya tentang manfaat yang diperoleh dari program KKN ini.

📷Pembuatan Demplot Kebun Sayur Organik di Kelurahan Bonggoeya, Wua-Wua, Kendari

Tidak hanya para peserta sasaran program, ternyata mahasiswa peserta KKN Tematik pun sangat termotivasi dalam menjalankan program karena mereka merasa tertantang untuk memperlihatkan apa yang telah mereka pelajari selama ini di bangku kuliah.

Dahlia salah satu peserta KKN Tematik dari FMIPA menyampaikan pada awalnya sempat ragu karena harus membawakan program yang mayoritas tentang peternakan, padahal dia adalah mahasiswa MIPA yang belum pernah belajar secara khusus tentang peternakan.

“Sempat pesimis, tapi saya belajar dari petunjuk teknis yang dibuat tim, sambil mencari referensi lain, dan ternyata saya bisa, puas sekali rasanya”, ujarnya.

Lain halnya dengan Dahlia, Muamar, salah seorang peserta dari Fakultas Peternakan merasa KKN kali ini sangat menguji kemampuannya sebagai seorang mahasiswa peternakan yang tidak hanya belajar di kampus namun juga bersosialisasi dengan masyarakat.

“Saya jadi mengerti harus seperti apa agar program yang saya bawakan ini diikuti, diterima dan bermanfaat dengan baik bagi masyarakat. Ternyata belajar dari buku saja tidak cukup”, ungkap Ketua DPM FPt UHO ini dengan percaya diri.

Pada akhir kegiatan, Ketua Tim sekaligus Dekan Fakultas Peternakan UHO menyampaikan bahwa semangat dan ketulusan para peserta KKN Tematik ini sangat luar biasa, dan insyaallah akan memberikan sumbangsih nyata dan bernilai ibadah untuk masyarakat melewati masa sulit akibat pandemik COVID-19 yang telah mengglobal ini, pungkasnya.

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :