oleh

Situs Hitung Cepat KPU RI Di Retas?

Faktual. Net, Kendari. Website : infopemilu.go.id sampai berita ini diterbitkan (pukul : 16.50 WIB pada Minggu, 1/6/2018 belum dapat diakses. Sempat ada rumor bahwa situs yang disediakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, agar masyarakat bisa memantau hasil perhitungan cepat yang dilakukan oleh KPU diseluruh daerah berdasarkan scan C1 ini diretas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Benarkah?

Situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sempat diretas oleh hacker saat mulai perhitungan real count hasil Pilkada Serentak berbasis formulir C1 milik KPU. Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi angkat bicara terkait peristiwa itu.

Dia menjamin aksi peretasan situs KPU tersebut tidak akan mempengaruhi hasil akhir Pilkada serentak.

“Sebenarnya mau dihack gimana pun juga enggak akan pengaruhi hasil akhir. Enggak ada pengaruh sama real count,” ungkap Pramono, di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Kamis (28/6).

Pramono menegaskan, hasil resmi pilkada serentak yang sah secara hukum akan ditetapkan lewat pleno terbuka. Hasil itu pun berdasarkan data rekapitulasi secara manual.

Karena itu, meski situs KPU diretas, tak akan mengubah, mempengaruhi atau bahkan memanipulasi hasil akhirnya.

(Sumber : Merdeka.com)

Ketua KPU Arief Budiman menyatakan diberlakukan sistem ‘buka tutup’ di situs hitung cepat infopemilu.kpu.go.id. Akibatnya situs ini masih tak bisa diakses selama lebih dari 24 jam.

Situs infopemilu.kpu.go.id tak bisa dibuka sejak Jumat (29/6) malam. Hingga Minggu (1/7)pukul 08.51 WIB pagi ini, situs itu masih belum bisa diakses. Situs tersebut berisi informasi hitung cepat KPU mengenai Pilkada Serentak 2018 yang berdasarkan form C1. 

Arief dalam kesempatan sebelumnya mengatakan, pihak internal KPU memang secara sengaja menerapkan sistem buka tutup. Hal itu diklaim dilakukan untuk menangkal serangan.

“Prinsipnya proses rekap terbuka. KPU menyediakan akses rekap dan penghitungan suara lewat website KPU. Kadang bisa dibuka dan kadang tidak bisa dibuka, itu untuk memangkal serangan yang datangnya kadang tiap menit,” kata Ketua KPU Arief Budiman dalam diskusi MNC Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakpus, Sabtu (30/6/2018).

Arief mengatakan sistem buka tutup situs itu untuk menangkal serangan yang datang setiap menit. Meski demikian, Arief tetap meminta maaf.

“Kita buka dan kita tutup untuk menangkal serangan. Mohon maaf kalau sering buka tutup. Bukan kami tidak transparan, tapi ini untuk menangkal serangan yang datang tiap menit, bukan jam,” ujar Arief. 

Sumber : DetikNews

Bukan soal bahwa tidak ada pengaruh dengan diretasnya situs tersebut, yang jadi soal adalah lembaga sebesar KPU RI dengan penggunaan dana yang luar biasa tidak bisa membuat security system yang aman bagi situs-situs yang mereka  miliki.

 

 

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Komentar