Faktual.Net, Konsel, Sultra. Pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah atau sebagian saja, namun bersama.
“Pencegahan harus dilakukan secara bersama antara tim kabupaten dan tim kecamatan dan kelurahan/desa agar penyebaran Covid-19 tidak berlangsung lama dan terus meluas diwilayah konsel,” kata Bupati Konsel, Surunuddin Dangga ST MM saat dikonfirmasi di Rujab Bupati pada Jum’at, 27/3/2020.
Peran tim pemerintah kecamatan dan kelurahan/desa sangat diharapkan sebagai perwakilan pemda dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang virus corona dan cara melakukan tindakan pencegahan penyebaran Covid-19.
“Dengan wilayah konsel yang cukup luas, terdiri dari 336 desa dan 15 kelurahan dari 25 kecamatan itu sangat sulit dikerjakan sendiri. Jadi, tim kabupaten diharapkan bersinergi dengan tim kecamatan dan kelurahan/desa agar dalam memberikan edukasi bisa sampai ke pelosok desa,” jelasnya.
Sebagai upaya meningkatkan pencegahan penyebaran Covid-19, pemerintah daerah telah mengeluarkan surat edaran ditujukan di kecamatan dan kelurahan/desa berupa imbauan melakukan pemyemprotan fasilitas umum di wilayah Masing-masing secara serentak dengan menggunakan anggaran yang ada.
“Kecamatan, kelurahan dan desa jangan takut gunakan anggaran. Kegiatan kecamatan dan kelurahan yang tidak penting alihkan saja di kegiatan Covid-19. Para kepala desa gunakan saja anggaran dana desa, sudah ada petunjuk dari Kementerian Desa bahwa anggarannya itu bisa dipakai jika untuk kegiatan pencegahan penyebaran virus corona,” jelasnya.
Untuk tim kabupaten, anggaran yang disediakan dalam kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19 senilai Rp 4 miliar, bersumber dari anggaran dana alokasi khusus (DAK) yang dikumpulkan secara bertahap.
“Beberapa item kegiatan akan revisi sesuai petunjuk kementerian kesehatan seperti kegiatan pelatihan, perjalanan dinas dikurangi. Dana inilah yang kita pakai untuk sementara waktu. Kalau tidak cukup kita akan gunakan dana tak terduka,” terangnya.
Dia menerangkan, anggaran yang ada saat ini akan digunakan belanja kebutuhan mendesak seperti Alat Pelindung Diri (APD) dan Alat pengukur suhu tubuh. Belanja APD diutamakan untuk sebagai kelengkapan yang wajib digunakan petugas medis saat bekerja dilapangan dalam menjaga keselamatan diri dan orang sekelilingnya.
“Sedangkan Alat pengukur suhu tubuh juga sangat diperlukan sebagai alat petugas medis dalam mengukur suhu tubuh seseorang,” jelasnya
Reporter: Marwan Toasa
















