Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemerintahan

Alumni Asyariah Serukan Perang Total Melawan Korupsi: Tidak Ada Ampun bagi Perampok Uang Rakyat

×

Alumni Asyariah Serukan Perang Total Melawan Korupsi: Tidak Ada Ampun bagi Perampok Uang Rakyat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

faktual.net,Gowa,Sulsel – Seorang tokoh Alumni Asyariah menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya keluarga besar Alumni Asyariah di seluruh tanah air, untuk berdiri di garda terdepan dalam mendukung pemberantasan korupsi. Menurutnya, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan kejahatan luar biasa yang menghancurkan masa depan bangsa, merampas hak-hak rakyat, dan mengkhianati amanah yang diberikan oleh negara. Ucapannya dapa Sabtu (11/7/2026)

Ia menegaskan bahwa setiap rupiah uang negara yang dikorupsi adalah hak masyarakat yang dirampas. Dana yang seharusnya digunakan untuk membangun sekolah, rumah sakit, jalan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat justru masuk ke kantong para koruptor. Karena itu, tidak boleh ada toleransi sedikit pun terhadap praktik korupsi.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Menurutnya, aparat penegak hukum harus bertindak tegas, berani, profesional, dan tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terbukti melakukan korupsi harus diproses sesuai hukum yang berlaku, tanpa melihat jabatan, kekuasaan, kedekatan politik, maupun latar belakangnya. Penegakan hukum yang adil merupakan syarat utama terwujudnya Indonesia yang bersih dan berwibawa.

Ia juga mengajak seluruh Alumni Asyariah yang mengabdi sebagai aparatur sipil negara, akademisi, pegawai swasta, tokoh masyarakat, maupun pejabat publik untuk tidak diam melihat praktik korupsi. Menurutnya, membela kebenaran dan mengingatkan terhadap kemungkaran merupakan bagian dari ajaran Islam sekaligus bentuk nyata kecintaan kepada bangsa dan negara.

Baca Juga :  Unit Piket Konsul Polres Jakut Awalnya Tolak Warga Buat Laporan

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah, bukan kesempatan untuk memperkaya diri. Setiap penyalahgunaan kekuasaan akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya di hadapan hukum negara, tetapi juga di hadapan Allah SWT. Oleh sebab itu, seluruh penyelenggara negara diminta menjaga integritas, menjunjung tinggi kejujuran, dan mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Ia berharap agenda pemberantasan korupsi terus diperkuat secara konsisten hingga ke akar-akarnya. Menurutnya, Indonesia hanya akan menjadi negara maju apabila korupsi diberantas secara serius dan menyeluruh. Pemerintahan yang bersih akan memperkuat kepercayaan publik, meningkatkan penerimaan negara, memperluas lapangan pekerjaan, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu mengawal penegakan hukum, menolak segala bentuk korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta menjadikan kejujuran sebagai budaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan agar Indonesia diberi pemimpin yang amanah, aparat penegak hukum yang berintegritas, dan dijauhkan dari para perusak bangsa yang mengkhianati kepercayaan rakyat.

“Korupsi adalah musuh bersama. Sudah saatnya seluruh rakyat Indonesia menyatakan perang terhadap korupsi demi terwujudnya Indonesia yang bersih, adil, makmur, dan bermartabat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Reporter : Sattu

Tanggapi Berita Ini