Faktual.net, Gowa, Sulsel- Seorang warga Kelurahan Tamallayang, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, bernama Dg. Nompo, kelahiran 10 Februari 1977, mengaku kecewa karena merasa tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah, meski dirinya sering kali didata oleh petugas.
Dg. Nompo yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bentor (becak motor), menafkahi lima orang anaknya dengan penghasilan harian yang tidak menentu. Ia menuturkan bahwa sudah beberapa kali petugas datang mendata namanya untuk program bantuan sosial, namun hingga kini tak pernah ada realisasi bantuan yang ia terima.
“Sudah beberapa kali saya didata, katanya mau dapat bantuan, tapi sampai sekarang tidak pernah ada kabarnya. Padahal saya ini cuma tukang bentor, anak lima, hidup serba pas-pasan,” ujar Dg. Nompo dengan nada kecewa saat ditemui di rumahnya, Senin (28/10/2025).
Ia juga menambahkan bahwa beberapa warga lain yang secara ekonomi lebih mampu justru mendapatkan bantuan rutin dari pemerintah, sementara dirinya yang hidup dalam kesulitan tidak pernah tersentuh bantuan sama sekali.
“Saya tidak iri, tapi saya harap pemerintah bisa lebih adil. Kalau yang mampu terus dapat sementara kami yang susah tidak pernah, itu tidak benar,” tambahnya.
Karena itu, Dg. Nompo meminta agar Pemerintah Kabupaten Gowa turun tangan langsung meninjau kondisi warga di Kelurahan Tamallayang dan melakukan pendataan ulang secara transparan dan tepat sasaran, agar warga yang benar-benar membutuhkan dapat merasakan manfaat dari program bantuan sosial pemerintah.
“Saya berharap Bapak Bupati Gowa atau dinas terkait bisa turun langsung ke lapangan. Supaya bisa lihat sendiri siapa yang layak dapat bantuan dan siapa yang tidak,” tutupnya.
Reporter Sattu.
Redaksi.
















