Example floating
Example floating
HiburanHukumMetropolitan

Sajem, Antara Harapan dan Permasalahan

×

Sajem, Antara Harapan dan Permasalahan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Barita Siburian

Faktual.net, Jakarta Utara, DKI Jakarta– Tempat hiburan Sajem mewarnai kehidupan sehari-hari dan menjadi tempat pendapatan bagi lingkungan setempat, mulai dari pedagang kaki lima sampai lahan parkir.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Lokasi ini berada di atas tanah bantaran Kali Cakung Drain, Cilincing Jakarta Utara. Banyak pemberitaan miring atas berdirinya bangunan di lokasi tersebut.

Dalam keterangan kepada awak media (W) salah seorang warga yang tinggal di daerah tersebut menyampaikan, “Kami tidak dirugikan atas kegiatan yang dilakukan tempat hiburan malam. Bahkan justru menambah pendapatan warga di sekitar, kawasan kami dulu gelap tanpa lampu bahkan sampai orang yang lewat pun takut melihat kondisi jalan dan lingkungannya.

Kami bingung banyak pemberitaan di luar sana yang menjelaskan bahwa ini dilarang, jika ini dilarang kenapa sepanjang Jalan Enggano dan sepanjang Koja diperbolehkan adanya kegiatan tersebut?” tanyanya.

Lebih lanjut W mengungkapkan, “Harapan kami kepada pemerintah terkait berlakulah adil dengan kondisi saat ini, kami juga butuh makan dan kehidupan sehari-hari,” tuturnya dengan penuh harap.

Bahkan banyak pemberitaan yang menurut W tidak berimbang, wilayah mereka selalu dipertontonkan dengan pemberitaan tendensius tanpa nara sumber.

“Kami punya hak jawab untuk menyampaikan, karena ini bagian dari aspirasi yang akan kami sampaikan. Sekali lagi kami butuh makan tolong perlakukan kami dengan adil,” pungkasnya.

Ketika dijumpai awak media Barita Siburian selaku Wakil Ketua Korwil FWJI Jakarta Utara menjelaskan bahwa “Seharusnya dalam pemberitaan berimbang, yang mana sudah tertuang dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ) Pasal 3 bahwa Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah,” ujarnya.

Lebih lanjut Barita Siburian menyampaikan bahwa, “Dalam penafsiran bahwa pemberitaan itu harus:
1. Menguji informasi berarti melakukan check and recheck tentang kebenaran informasi itu.
2. Berimbang adalah memberikan ruang atau waktu pemberitaan kepada masing-masing pihak secara proporsional.
3. Opini yang menghakimi adalah pendapat pribadi wartawan. Hal ini berbeda dengan opini interpretatif, yaitu pendapat yang berupa interpretasi wartawan atas fakta.
4. Asas praduga tak bersalah adalah prinsip tidak menghakimi seseorang,” paparnya,

Oleh karena itu, pentingnya untuk menjaga integritas dan profesionalisme dalam profesi jurnalistik. Kontrol sosial yang baik adalah bagian dari tanggung jawab media, tetapi juga penting untuk memahami tugas pokoknya dengan baik, seperti mengkonfirmasi informasi dan memberikan ruang kepada nara sumber untuk berbicara.

” Saya berharap kepada rekan-rekan seprofesi, semoga pesan ini menjadi panggilan untuk menjaga etika jurnalistik dan memberikan informasi yang seimbang dan objektif,” ujarnya.

“Terkait permasalahan pengelolaan Sajem tersebut diharapkan adanya solusi atau win-win solution. Segenap stake holder dalam hal ini Pemerintah mengambil peran penting untuk mengkaji keberadaan wilayah Sajem apakah dapat dikondisikan dengan melihat berbagai aspek sosiologis, ekonomis dan pertahanan keamanan?” jelas Barita.

“Nampak masyarakat yang semakin banyak bermukim di sana dan sudah melakukan kegiatan ekonomi ditinjau dan diposisikan statusnya dengan jelas. Apakah daerah tersebut dapat terus dikembangkan untuk pemukiman dan bisnis?”

“Peran Pihak Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara hendaknya dapat memberikan solusi. Masyarakat dalam hal ini melihat adanya ketidakadilan karena ada wilayah yang boleh melaksanakan kegiatan hiburan malam. Sementara yang lain tidak boleh,” ujar Barita.

“Wilayah Sajem nampak bagai wilayah abu-abu yang kadang dibiarkan beroperasi kadang dirazia. Maka demi menjaga marwah dan wibawa Pemerintah hendaknya mampu memberikan solusi terbaik. Jangan seakan memberikan pembiaran yang makin lama menjadi permasalahan yang tidak ada ujungnya,” harap Barita Siburian.

Penulis adalah Wakil Ketua FWJ Indonesia.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit