faktual.net, Wakatobi, Sultra – Dalam rangka memastikan kelancaran dan transparansi pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) yang akan datang, dilaksanakan acara pelantikan dan pengambilan sumpah janji Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Senin, (22/1/2024). Kegiatan tersebut juga mencakup sesi bimbingan teknis (bimtek) guna memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para pengawas dalam menjalankan tugas mereka.
Acara pelantikan diadakan di Desa Oihu, dengan dihadiri oleh Camat Togo Binongko Saaluddin, S.Pd, TNI Polri, PPK, dan tentu saja para pengawas yang telah terpilih. Jumlah peserta terlantik 16 0rang sesuai jumlah TPS di Kecamatan Togo Binongko yang tersebar di 5 desa/kelurahan yakni Kelurahan Sowa 4, Kelurahan Popalia 4, Desa Oihu 3, Desa Waloindi 3, dan Desa Haka 2.
Dalam sambutannya, La Ode Haeruddin selaku Ketua Panwaslu Kecamatan Togo Binongko menyampaikan pentingnya peran pengawas TPS dalam menjaga integritas dan keberlangsungan proses demokrasi. “Kita tau bersama bahwa PTPS merupakan ujung tombak Bawaslu dalam menentukan kualitas pemilu berjalan dengan baik dan berkeadilan” pungkas Kader HmI Kendari tersebut.
Pengambilan sumpah janji dilakukan secara khidmat, di mana setiap pengawas secara bersama-sama menyatakan komitmennya untuk menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi, netralitas, dan kejujuran. Sumpah janji tersebut menjadi simbol komitmen para pengawas untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi dan aturan yang berlaku.

Setelah pengambilan sumpah janji, dilanjutkan dengan sesi bimbingan teknis yang diisi oleh Kordiv Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas (HPPH) Panwaslucam Togo Binongko, Abdul Haris. Para peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai aspek-aspek teknis dalam pengawasan TPS, seperti prosedur penghitungan suara, penanganan masalah keamanan, dan pengelolaan data serta penekanan dalam penggunakan aplikasi Siwaslu 2024.
Acara berlangsung dengan lancar dan penuh semangat, menciptakan momentum positif untuk pelaksanaan Pemilu yang akan datang. Para pengawas TPS pun diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi, memastikan bahwa mereka memahami sepenuhnya tugas dan tanggung jawab yang diembannya.
Dengan adanya acara pelantikan dan bimbingan teknis ini, diharapkan para pengawas TPS dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga proses pemilihan umum dapat berjalan dengan transparan, adil, dan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi. Semua pihak berharap bahwa Pemilu kali ini akan menjadi contoh yang baik dalam penyelenggaraan demokrasi di Wakatobi. (red)
















