Faktual.net – Jakarta Timur, DKI Jakarta – Rabu, 20.Mei 2026 – Selamat Pagi! Gambar sederhana ini menyentuh inti sifat dasar manusia dan cara kita memandang orang lain. Ada dua kenyataan pahit sekaligus indah yang tertulis di sana:
“Orang yang menyukaimu: Kamu bersalah pun, mereka akan coba memikirkan hal baik tentangmu.”
“Orang yang tidak menyukaimu: Kamu baik pun, mereka akan tetap memikirkan hal buruk tentangmu.”
Ini adalah gambaran nyata hidup. Ada orang yang hatinya terbuka untuk selalu mencari sisi baik dari dirimu, sekalipun kamu berbuat salah. Sebaliknya, ada juga mereka yang sudah tertutup hatinya, sehingga sebesar apa pun kebaikan yang kamu berikan, tetap saja dicari-cari kesalahannya.
Hal ini mengajarkan kita satu kebenaran penting: Kita tidak bisa mengontrol apa yang orang lain pikirkan atau katakan tentang kita. Pendapat orang tentang kita bukanlah ukuran nilai diri kita. Pendapat mereka lebih banyak mencerminkan siapa mereka, bukan siapa kita.
Orang yang hatinya penuh kasih, akan selalu berusaha memaklumi dan mencari alasan kebaikan. Orang yang hatinya penuh prasangka, akan selalu menemukan celah untuk menyalahkan. Maka, janganlah lelah berbuat baik hanya karena ada yang tidak melihatnya, atau ada yang salah menilaimu. Tugasmu hanyalah berbuat yang benar dan baik, selebihnya biarkan menjadi urusan hati nurani masing-masing.
Hari ini, mari kita belajar dua hal:
1. Untuk diri sendiri: Tetaplah berbuat baik, meski ada yang memandang buruk. Kebaikanmu adalah cerminan jiwamu yang indah, tidak tergantung penilaian orang.
2. Untuk memandang orang lain: Belajarlah menjadi orang yang “menyukai” dalam artian positif — selalu berusaha memikirkan hal baik tentang sesama, memaafkan kekurangan, dan melihat sisi terang orang lain. Jadilah orang yang hatinya lapang, bukan yang selalu mencari kesalahan.
Bacaan Alkitab
“Sebab jika Tuhan menilai kita berdasarkan kesalahan, siapakah yang dapat bertahan?”
— Mazmur 130 : 3
Ayat-ayat ini mengingatkan bahwa apa yang ada di dalam hati seseorang itulah yang akan terlihat dalam cara mereka menilai orang lain. Bagi kita, perintah Tuhan jelas: jangan menghakimi berdasarkan apa yang terlihat saja atau prasangka, tetapi pandanglah dengan kebenaran dan kasih. Karena cara kita memandang orang lain, menunjukkan isi hati kita di hadapan Tuhan.
Kata Bijak Tokoh Dunia
“Kamu tidak akan pernah bisa bahagia jika terus mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Dan kamu tidak akan pernah bisa menjadi dirimu sendiri jika terus sibuk memuaskan orang lain.”
— Roy T. Bennett
Semoga hari ini hati kita senantiasa terbuka, penuh kasih, dan tetap teguh berbuat baik, tidak peduli bagaimana orang lain memandang kita. Selamat beraktivitas dan menjadi pribadi yang indah hati dan pemikirannya.
#RHI #AvodahMinistry #AvodahChannel #fyp
















