
Faktual.Net, Kendari, Sultra – Sebagai bentuk perayaan Hari Sumpah Pemuda ke-92 Tahun 2020, Explore Sultra DPD Buton Tengah (Buteng) gelar dialog kepemudaan di Warkop 46, Rabu (Malam) (28/20/2020).
Dialog tersebut DPD Explore Sultra Buteng mengangkat tema “Peran Pemuda Dalam Pengembangan Kearifan Lokal di Tengah Polemik Omnibus law”.
Dialog diisi oleh pemateri dari berbagai kalangan, seperti akademisi oleh Mohammad Rais, wisatawan oleh Ganda Suhendra, Nur Rahmat Karno dari advokat.
Haerul shaleh, S.H dalam sambutanya, menyampaikan kepada seluruh pemuda jangan lihat latar dari keluarga mana tapi cukup niat ,tekad dan usaha yang dilakukan.
“Saya mau di bilang anak orang kaya tidak juga karena orang tua saya dari kalangan biasa-biasa saja. Jadi sebagai pemuda berusahalah untuk capai cita-citamu,” ujarnya dihadapan peserta.
Mohammad Rais, S.Pi,M.Si mengatakan sebelum terlalu jauh kita bahas kita kembali ke pemuda. Apa pemuda itu ? pemuda yang saat kita lihat demo-demo. Sebenarnya begini tidak perluh kita lakukan semua itu walaupun harus ada orang seperti itu.
“Saya punya saran untuk teman-teman sebagai pemuda , jangan lawan aturan pemerintah. Tapi lakukan lah cara yang lain yakni profokasi masyarakat untuk menolak,” ucapnya.
Dilanjutkan Ganda Suhendra, S.E. menyatakan bahwa sebagian pemuda itu harus ambil bagian penting seperti dalam pengembangan bahasa karena itu adalah bentuk kearifan lokal.
“Supaya kita sebagai pemuda tidak kehilangan identitas diri,” kata Ganda.
Sementara itu, Advokat hukum yang menyampaikan terkait omnibuslaw dalam peran pemuda dalam pengembangan kearifan lokal ? Sebenarnya omnibuslaw di buat dengan niat yang baik untuk rakyat. Tapi caranya yang salah karena banyak merusak kepentingan umum.
”Untuk saya sendiri tidak sepakat dengan adanya omnibuslaw. Saya tidak memprovokasi teman-teman tapi mari kita ke MK sama-sama,” tandas Nur Rahmat Karno.
Terakhir Ketua Explore Sultra DPD Buton Tengah, Rusiana mengatakan, kegiatan yang dilakukan sebagai refleksi atas degradasi budaya yang telah terjadi di Indonesia, khususnya Sulawesi Tenggara.
“Selain sebagai peringatan sumpah pemuda, kegiatan ini juga sebagai peringatan bahwa budaya asli kita ini sudah banyak dipengaruhi oleh budaya asing, penyadaran juga bahwa sumpah pemuda jangan menjadi sampah pemuda,” pungkas ketua Explore DPD Buteng.
Usai kegiatan dialog, sebagai kenang-kenangan dari Explore Sultra DPD Buteng memberikan sebuah cinderamata yakni Kampurui khas daerah Buton kepada pemateri, Dewan Pembina dan Anggota DPR RI Dapil Sultra sebagai ucapan terimakasih karena telah berpartisipasi dalam dialog tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPR RI dapil Sultra, Haerul Saleh, Ketua DPRD Kolaka, dan100 peserta.
Reporter: Kariadi















