Faktual.Net, Jakarta-228 kepala sekolah baik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan PKBM dilingkungan Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara (Jakut), mengikuti sosialisasi Peningkatan dan Pemahaman Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiwa Unggul (KMJU) Tahun 2020.
Sosialisasi yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta ini dibuka oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, dan dilaksanakan di Balai Yos Sudarso lantai 3, Kantor Walikota Jakarta Utara, Selasa (04/02/2020).
Wawan mengatakan, hari ini kita rapat dalam rangka pemahaman KJP Plus dan KJMU. Kegiatan ini sangat strategis sekali karena setiap tahun pasti akan ada perbaikan.
“Hari ini, kita undang narasumber dari Dinas Pendidikan untuk memberikan penjelasan terkait rambu-rambu, serta apa yang harus dilakukan oleh kepala sekolah berkaitan pelaksanaan KJP Plus dan KJMU sehingga dapat berjalan dengan baik.
“Sosialisasi ini dilakukan sebanyak dua sesi. Sesi pertama sosialisasi dilaksanakan untuk jajaran kepala sekolah dilingkungan Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Utara. Untuk siang ini, ada 228 kepala sekolah di jajaran Sudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara yang mendapatkan sosialisasi,”ungkapnya.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Rahem menuturkan, ini merupakan fasilitas daerah (KJP Plus dan KMJU) kepada anak-anak kita yang kurang mampu dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan.
“Kalau dulu sekolah yang memverifikasi atau mencari. Sekarang, sudah ada forumnya yakni dari Dinas Sosial, tapi kepala sekolah tetap memverikasi anak-anak yang berhak mendapatkannya. Dalam hal ini kepala sekolah diminta untuk membangun integritas,”ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan (P4OP) Dinas Pendidikan, Yanto mengatakan, kegiatan ini bertujuan yang utama sekolah terutama para kepala sekolah atau wakil kepala sekolah harus mengetahui tentang program KJP.
“Para kepala sekolah atau wakil kepala sekolah yang hadir pada kesempatan ini dapat mensosialisasikan kembali kepada jajaran di sekolahnya masing-masing sehinga diharapkan semua orang dapat memahami betul tentang KJP,”tambah Yanto.(Johan/Amin)
















