GD.ID, Jakarta-Semangat kebersamaan dan hidup sehat diwujudkan melalui penyelenggaraan lomba senam perorangan, Sabtu (11/7/2026), di halaman Kantor PMI Jakarta Utara oleh Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Peduli Nusantara Tunggal (PPNT) Jakarta Utara sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
H.Ridho Widodo, Ketua DPW Perkumpulan Peduli Nusantara Tunggal (PPNT Jakarta Utara) menuturkan, kegiatan hari ini tidak hanya sekedar lomba senam, melainkan di gelar serentak dalam rangka memeriahkan hari Bhayangkara ke 80, sekaligus disandingkan dengan momen pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah PPNT Jakarta Utara.
Adapun rangkaian kegiatannya meliputi donor darah, senam sehat bersama, bazar UMKM, serta dialog publik dengan nara sumber ternama nasional dan lokal Jakut, untuk tokoh tamu undangan yang hadir, kami menyambut baik perwakilan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara yang di wakili oleh Kesbanpol, serta jajaran TNI yang diwakili Koramil Koja, Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Koja diwakili oleh para Kanit Intel.
“Hadir pula sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan dan LSM Jakarta Utara diantaranya bang Jafar, Hairides, FKPPI dan Permusi serta tokoh masyarakat lainya yang turut meramaikan acara ini,”ujarnya.
Iwan Iryansyah Setiawan, Ketua FKPPI saat hadir di acara Pengukuhan DPW Perkumpulan Peduli Tunggal Nusantara mengucapkan selamat dan sukses. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk dukungan dan sinergi. Melalui diskusi publik ini, semoga lahir gagasan-gagasan solutif untuk kepedulian sosial dan persatuan bangsa.
“Kami meyakini bahwa penguatan ormas seperti PPTN sangat penting. Mari kita satukan langkah melalui diskusi ini, untuk masyarakat yang lebih peduli, berdaya, dan berkeadilan,”ujar Iwan, yang juga Ketua Forum OKP Jakut.
Menurut Iwan, diskusi publik hari ini menginspirasi.
“Semoga PPTN terus jadi rumah kepedulian untuk Nusantara.
Kami bangga bisa hadir dalam momentum bersejarah Pengukuhan DPW Perkumpulan Peduli Tunggal Nusantara. Dari diskusi publik ini kita belajar bahwa kepedulian tidak boleh berhenti di kata-kata, tapi harus jadi aksi nyata untuk sesama,”tutup Iwan.
(Amin)















