Puncak HJT Diwarnai Acara Bernuansa Adat

61

Faktual.Net,Tidore. Upacara puncak peringatan Hari Jadi Tidore (HJT) ke 911 Tahun 2019 berlangsung lancar dan khidmat. Setelah sepekan sebelumnya Kota Tidore Kepulauan diwarnai dengan sejumlah kegiatan bernuansa adat, Jumat (12/4/19) pagi bertempat Sonyine Salaka Kadato Kie Kesultanan Tidore.

Seluruh rangkaian kegiatan budaya Festival Tidore mencapai klimaksnya dengan dilaksanakan Upacara Puncak yang berlangsung khidmat dan sakral, dan dipimpin oleh Inspektur Upacara, Jojau Kesultanan Tidore M. Amin Faruk,

Upacara diawali dengan pembacaan Sejarah Singkat Hari Jadi Tidore oleh Ngofa Sedano Soa Romtoha Tomayou, Dr. Syofyan Saraha, yang juga salah satu pejabat di lingkup Kota Tidore Kepulauan.

Selanjutnya saat Jojau selaku Inspektur Upacara memasuki lapangan upacara diiringi tarian Soya-soya Seli. Komandan upacara maju menyampaikan laporan bahwa upacara segera dimulai, keduanya menggunakan bahasa Tidore ’Towaro…, Fomasonyinga Munara Tofo Ine, Taun ratu Sio se Nyaboi. Jabal Tidore Yo dadi, Ma Ora April Yofane Futu Nyagimoi se Malofo, Taun Calamalofo Nyagimoi seTufkange, Idadi..’ lapor Komandan Upacara, dan dijawab Jojau ’’Sodagi’. hal ini menandakan telah dimulainya Upacara Hari Jadi Tidore ke 911.

Selanjutnya Paji Buldan Tidore, Pataka Rau Parada, yang dibawakan oleh pasukan adat memasuki lapangan upacara dan mengambil posisi di tengah-tengah lapangan upacara dalam formasi barisan diiringi alunan musikRababu, Tifa dan Gong.

Jojau pada kesempatan tersebut menyampaikan Borero Gosimo atau Amanat Leluhur terdapat dalam penggalan kalimat Borero Gosimo”….ngone na ahu se gogahu, rejeki se rahmati, sone se ahu, ge jou madubo, jou allah ta‘ala yo atur sefato. no sogewa-gewa ni tabalai se tabareko, la sojud se malahi te jou allah ta’ala…” (artinya hidup dan kehidupan, rejeki dan rahmat, mati dan hidup adalah restu dan izin Allah SWT. Biarpun kalian berada pada kesibukan dunia yang amat sangat, usahakan sedapat mungkin luangkan waktu bersujud kepada Allah SWT), suasana menjadi haru, para tamu undangan dan hadirin yang hadir, turut mendengar dan menyimak secara seksama amanat leluhur yang syarat makna tersebut.Upacara ditutup dengan kembalinya Paji Buldan Tidore, Pataka Rau Paradayang dibawakan oleh pasukan adat ke posisi awal di daerah persiapan.

Baca Juga :  Tuntut Masyarakat Sadar Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Busel Canangkan GISA
Sultan Tidore Bersama Walikota Tidore.

Usai pelaksanaan upacara, Sultan Tidore H.Husain Syah berkesempatan hadir menyapa tamu undangan walaupun dalam keadaan sakit seraya menitipkan pesan bahwa amanat yang telah disampaikan dalam borero gosimo harus dijaga dan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Sultan Tidore dalam kesempatan tersebut juga mendoakan seluruh masyarakat Moloku Kie Raha secara umum dan Tidore secara khusus agar masyarakatnya selalu dalam keadaan damai dan sejahtera.

Sementara itu Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim dalam sambutannya mengatakan momentum kebangkitan budaya Tidore untuk tetap eksis dan hidup sebagai bagian dari kebudayaan Nusantara juga sebagai masyarakat berbudaya bahari harus terus melakukan upaya-upaya untuk mengembangkan nilai-nilai lokal, dimana para leluhur masyarakat Tidore membangun peradaban sebagai bangsa yang pernah menguasai lautan dan mengandalkan laut menyandarkan kehidupan.

Baca Juga :  Muhammadiyah Kaji Lingkungan Bersama Dr. La Ode Ngkoimani

Ali Ibrahim juga mengajak Pihak Kesultanan untuk bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dalam upaya menjaga dan melestarikan kearifan lokal di masa datang, sekaligus juga mengingatkan bahwa pada bulan Juni mendatang, Tidore akan menjadi tuan rumah pertemuan Global Kota-kota Maggelan (GNMC) ke 10. Dalam pertemuan tersebut akan dihadiri oleh 22 Walikota dari 13 Negara yang pernah disinggahi Maggelan Elcano, lalu pada tahun 2021 mendatang, Tidore juga akan menjadi pusat kegiatan Sail Tidore yang merupakan peringatan 500 tahun Napak Tilas Maggelans-Elcano.

”Momentum ini dapat memberikan pencerahan kepada dunia internasional mengenai peran sentral Moloku Kie Raha dan Indonesia sebagai sumber rempah-rempah terbaik di dunia.” kata Ali menutup sambutannya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Walikota Ternate, Sultan Jailolo, Perwakilan Sultan Ternate, Pejabat perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi dan Kota Tidore Kepulauan, Sejumlah Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Bobato Kesultan Tidore dan warga masyarakat yang terlihat antusias menghadiri Perayaan Hari Jadi Tidore ke 911 lengkap dengan baju adat.

 

Reporter : Aswan Samsudin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :