“Usia Subur, Hindari Gendong Gandeng Gendut,” dr Rifki Muslim

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Bagi pasangan usia subur sebaiknya waspada dengan tiga G alias gendong gandeng gendut, sebab hal ini dapat menimbulkan gangguan reproduksi dan mall nutrisi pada ibu hamil (gendut), ibu menyusui (gendong), dan yang masih mempunya balita (gandeng), Hal ini diungkapkan oleh dr Rifki saat memberikan materi pada kegiatan sosialisasi tatacara ber Keluarga Berencana (KB), yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk & Keluarga Berencana Kota Kendari, bertempat di Aula Bertaqwa, pada Jum’at (12/4/2019).

Oleh karena itu dr Rifki menyarankan agar akseptor KB perlu memahami kerangka suply dan deman dalam ber KB yang bertujuan untuk menunda kehamilan, menjarangkan kehamilan, dan menghentikan kehamilan melalui penggunaan kontrasepsi yang cocok.

“Kontrasepsi itu ada sepuluh macam, ada yang hormonal ada yang tidak hormonal, semuanya memiliki efek, jadi penggunaanya disesuaikan dengan kondisi akseptor KB,” urainya. Ia mencontohkan penggunaan Pil dan suntik bisa menyebabkan gangguam hormonal timbulnya flek di wajah, mual, sakit kepala. Sehingga perlu beralih ke jenis kontrasepsi lain yang tidak hormonal seperti pemasamgan implan, meskipun juga memiliki efek seperti haid yang tidak teratur.

Sangat dikuatirkan bagi usia subur yang mengalami tiga G, sebab bukan gangguan reproduksi bagi perempuan saja namun kepada bayi, anak dan janin juga berpengaruh seperti mall nutrisi bagi anak yang sedang masa pertumbuhan membutuhkan Air Susu Ibu (ASI), namun sudah dihentikan karena ibu sedang hamil. Janin yang dikandung juga bisa mengalami penurunan berat badan. “Maka untuk menghindari tiga G akseptor KB perlu diajak diskusi agar terbuka wawasan pengetahuan tentang manfaat ber KB, sehingga ada kemauan untuk ber KB,” jelas dr Rifki.

Sementara itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk & KB Kota Kendari Hj Hasria mengungkapkan bahwa sosialisadi hari ini berhubungan dengan pengendalian penduduk, ketika pengendalian penduduk tidak berhasil maka berpengaruh terhadap pembangunan dan laju pertumbuhan penduduk. “Mari kita sukseskan program Keluarga Berencana agar keluarga dan anak-anak lebih berkualitas dengan cara mengatur jarak kehamilan, untuk kehidupan yang lebih baik,” ungkap Hj Asria dalam pembukaannya.

Kegiatan sosialisaai tatacara ber KB turut dihadiri Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk & KB Kota Kendari Nurhaeda, dan Hj Nursam Dewi sebagai sebagai moderator.

Reporter Wa Ode Deli Yusniati

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai