Example floating
Example floating
Berita

Presiden Prabowo Resmikan Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan di Batang

×

Presiden Prabowo Resmikan Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan di Batang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual Net, Batang, Jateng – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan pelaksanaan akad massal sebanyak 62.710 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian yang layak, sekaligus memperkuat ekosistem pembiayaan sektor perumahan di Indonesia.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Dalam seremoni tersebut, Presiden secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada 200 penerima manfaat yang hadir sebagai perwakilan dari total 62.710 penerima KPR subsidi di berbagai daerah di Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, 200 orang yang hadir merupakan representasi dari seluruh penerima manfaat. Seluruh data penerima telah disiapkan secara lengkap, mulai dari identitas, pekerjaan, bank penyalur, hingga skema cicilan dan jangka waktu pembiayaan.

“Pemerintah akan terus memperluas program penyediaan rumah bagi masyarakat melalui berbagai terobosan pembiayaan dan kolaborasi lintas sektor. Kita harus menjangkau seluruh warga Indonesia di mana pun berada. Karena itu, kita terus bekerja keras dan mencari cara-cara baru agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati rumah layak huni,” ujar Prabowo.

Menurutnya, capaian pembangunan perumahan saat ini merupakan langkah yang membanggakan. Namun, pemerintah menyadari kebutuhan rumah bagi masyarakat masih sangat besar sehingga berbagai inovasi harus terus dilakukan.

Prabowo menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, sektor perbankan, pengembang, dan swasta menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat.

“Ini yang kami maksud dengan Indonesia Incorporated, yaitu semangat bergotong royong membangun bersama. Semua pihak berkontribusi agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah yang layak,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya belajar dari pengalaman negara lain untuk mempercepat pembangunan sektor perumahan.

Baca Juga :  Bupati Iksan Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi Bidang Pertanahan se-Sulawesi Tengah

“Kita tidak boleh malu belajar dari negara lain. Dengan keberanian berinovasi, belajar, dan melakukan terobosan, saya yakin Indonesia mampu mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengatakan program rumah subsidi tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai penerima rumah, tetapi juga mendorong tumbuhnya pengembang lokal di berbagai daerah.

Ia mencontohkan keberhasilan salah satu pengembang asal Kabupaten Batang yang memulai karier sebagai tenaga pemasaran sebelum akhirnya sukses menjadi pengembang perumahan.

“Di Batang ada pengembang lokal yang sebelumnya bekerja sebagai tenaga pemasaran dan kini berhasil menjadi pengembang perumahan yang berkembang. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh pelaku usaha daerah,” ungkap Maruarar.

Menurutnya, pelaksanaan akad massal KPR subsidi kali ini melibatkan 10 bank penyalur dengan total 62.710 penerima manfaat, sementara 200 orang hadir langsung mengikuti seremoni di Kabupaten Batang.

Maruarar juga menjelaskan pemerintah terus memperkuat berbagai kebijakan yang mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.

“Salah satunya melalui pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi MBR, sehingga biaya kepemilikan rumah menjadi lebih terjangkau. Selain itu, pemerintah juga terus meningkatkan capaian program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebagai salah satu instrumen utama pembiayaan rumah subsidi,” katanya.

Ia menambahkan, penyaluran FLPP terus mengalami peningkatan dan menjadi yang tertinggi sepanjang pelaksanaan program tersebut.

Melalui pelaksanaan akad massal KPR Subsidi dan KUR Perumahan ini, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang mampu memiliki rumah layak huni, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perumahan sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional maupun daerah.

 

Niko

Tanggapi Berita Ini
Example 468x60