Faktual.net, Gowa, Sulawesi Selatan – Sinergi dan gerak cepat tim gabungan berhasil mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Bukit Moncong Ritangnga, Dusun Pappareang, Desa Belapungranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sabtu malam (22/8/2026).
Tim gabungan yang terdiri dari Babinsa Kodim 1409/Gowa, personel Polsek Parangloe, Manggala Agni, serta masyarakat setempat bahu-membahu melakukan pemadaman hingga api berhasil dikuasai dan dipastikan padam total.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 18.30 WITA setelah terlihat kepulan asap dari kawasan perbukitan. Setelah menerima informasi, personel gabungan bergerak menuju lokasi kebakaran pada koordinat Lat -5.211411°, Long 119.622097° sekitar pukul 19.20 WITA.
Upaya pemadaman melibatkan 1 personel TNI (Babinsa), 6 personel Polsek Parangloe, 9 personel Manggala Agni, serta 10 warga setempat. Dalam penanganannya, tim menggunakan satu unit mobil tangki air, satu unit mobil operasional, serta tujuh unit pompa punggung (jet shooter) untuk melokalisasi dan memutus pergerakan api.
Berkat koordinasi dan kerja sama seluruh unsur di lapangan, kobaran api yang membakar tanaman jati putih, rumpun bambu, serta semak belukar berhasil dikendalikan secara bertahap sekitar pukul 21.40 WITA. Selanjutnya, pada pukul 21.57 WITA seluruh titik api dinyatakan padam total dan kondisi dinyatakan aman.
Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 15 hektare. Kendati demikian, respons cepat tim gabungan berhasil mencegah api merembet lebih luas dan mengancam kawasan permukiman maupun perkebunan masyarakat.
Dandim 1409/Gowa memberikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang terlibat dalam proses pemadaman. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan wujud nyata sinergitas TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Saya mengapresiasi kerja cepat dan kekompakan seluruh tim gabungan, mulai dari Babinsa, Polsek Parangloe, Manggala Agni hingga masyarakat yang ikut turun langsung melakukan pemadaman. Sinergi dan kepedulian seperti inilah yang sangat dibutuhkan dalam menjaga wilayah serta melindungi masyarakat dari dampak kebakaran,” ujar Dandim 1409/Gowa.
Dandim juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada musim kemarau, serta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Keberhasilan pemadaman ini bukan hanya keberhasilan aparat, tetapi keberhasilan bersama. Kami berharap koordinasi dan kebersamaan antara TNI, Polri, instansi terkait dan masyarakat terus dipertahankan. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin,” tambahnya.
Tidak adanya korban serta berhasil dicegahnya api merembet ke kawasan lain menjadi bukti pentingnya kesiapsiagaan, koordinasi, dan gotong royong seluruh unsur dalam penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Gowa.














