Faktual.net – Jakarta, 15 Juli 2025 — Dalam rangka memperkuat pelayanan berbasis digital sekaligus merespons tantangan publikasi di era informasi, Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Pusat menggelar rapat kerja strategis bersama Sekretaris Umum PGLII Pusat, Prof. Dr. Daniel Ronda, Th.M., pada Selasa (15/7).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Infokom, Dr. Antonius Natan, M.Th., ini secara khusus membahas penyusunan konsep website resmi PGLII sebagai sarana pelayanan digital dan publikasi organisasi. Pertemuan berlangsung secara dinamis dan turut dihadiri oleh jajaran Komisi Infokom, antara lain Ps. Dr. Kevin L. Kusuma, M.Th., Dini S. Koentjoro, dan Ashiong P. Munthe.
Hasil pembahasan menyepakati bahwa pengadaan website resmi PGLII merupakan kebutuhan strategis yang mendesak dan mendapat dukungan penuh dari unsur Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Pengurus Pusat PGLII.
Dalam arahannya, Prof. Dr. Daniel Ronda menegaskan bahwa publikasi digital melalui website dan media sosial saat ini masih belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, keberadaan website resmi PGLII diharapkan tidak hanya menjadi etalase informasi pelayanan, tetapi juga dapat difungsikan sebagai sarana strategis penggalangan dana (fundraising), terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengembangan desain website yang bersifat mobile-friendly, yaitu mudah diakses melalui berbagai perangkat digital, serta terbuka terhadap kontribusi konten dari seluruh komisi, pengurus wilayah, dan pengurus daerah.
Komisi Infokom mengusulkan agar konten yang diunggah ke website mencakup laporan kegiatan, dokumentasi kunjungan lapangan, dan publikasi resmi dari Pengurus Pusat. Hal ini bertujuan untuk memperkuat transparansi informasi serta memperluas jangkauan komunikasi internal dan eksternal PGLII.
Dalam kerangka memperkuat jejaring global, Prof. Dr. Daniel Ronda juga menyarankan agar website ini dapat terhubung dengan jaringan internasional, seperti World Evangelical Alliance (WEA), guna memperluas kerja sama lintas negara dan membangun sinergi pelayanan Injili di tingkat global.
Website PGLII juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan akan informasi yang cepat, akurat, terpercaya, dan mendidik, khususnya bagi komunitas Injili di Indonesia. Selain sebagai media informasi, website ini juga menjadi refleksi semangat keterbukaan, kolaborasi, dan kesaksian iman di tengah perkembangan teknologi digital yang kian pesat.
Sebagai bentuk penguatan teologis, Komisi Infokom turut mengusulkan agar website dilengkapi dengan konten pemahaman Injili, baik dalam bentuk artikel pendek, opini, maupun jurnal resmi yang diterbitkan oleh PGLII Pusat. Konten ini dimaksudkan untuk memperkaya wawasan iman dan mendukung pembinaan warga gereja secara kontekstual dan relevan.
Dengan semangat kolaborasi dan visi yang transformatif, PGLII menegaskan komitmennya untuk menjadikan digitalisasi sebagai bagian integral dari pelayanan gerejawi dan transformasi sosial, dalam rangka menjawab tantangan zaman dan menghadirkan kesaksian Injil yang bermakna bagi dunia. (Red)
















