Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

BI Sultra Edukasi CBP Rupiah dan Serahkan 150 UV Portable Alat Pendeteksi Keaslian Uang Bagi UMKM

×

BI Sultra Edukasi CBP Rupiah dan Serahkan 150 UV Portable Alat Pendeteksi Keaslian Uang Bagi UMKM

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Kendari, Sultra – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (KPwBI Sultra) Edwin Permadi, membuka kegiatan edukasi Edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah & Serahkan UV Portable alat pendeteksi keaslian uang bagi pelaku usaha bertempat di Aula Wakatobi lantai 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sultra, Selasa (15/7/2025).

Sebanyak 150 pelaku usaha yang terkabung dalam komunitas Forum UMKM Sultra, Generasi Baru Indonesia (GenBI), mahasiswa, akademisi, dan ASN lingkup Dinas Lingkungan Hidup Prov Sultra, oleh KPwBI Sultra diberikan pencerahan terkait edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, pemahaman Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SiAPIK) berbasis digital, penggunaan barcode Quick Response Indonesian Standard (QRIS) dan materi Peduli Kenali dan Adukan (PeKA). Tujuannya adalah untuk meningkatkan literasi digital dan keamanan dalam bertransaksi menggunakan kode QRIS.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Kegiatan berlangsung setengah hari tersebut, diawali presentase hasil kerjasama ujicoba pemanfaatan limbah racik uang kertas (LRUK) menjadi ekobrick, oleh Kepala Unit Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Prov Sultra, Hamrila.

Pemanfaat LRUK terlihat dimasukan secara padat dalam botol air mineral plastik dan dipadatkan, hasilnya bisa dimanfaatkan untuk banyak hal misalnya meja, hingga gerbang termahal, sebab isi limbah botol mineral tersebut bersumber dari limbah uang kertas yang telah dicacah lalu dimasukan kebotol.

Baca Juga :  Kepala Desa Galesong Timur Terima Penghargaan, dari Pemerintah Pusat sebagai Desa Konstitusi Terbaik di Wilayah Indonesia Bagian Timur ‎

Menurut Hamrillah, untuk limbah plastik pihaknya telah bekerjasama dengan perusahaan Yakult untuk bahan perekat.

“Hasil ekobrick berasal dari limbah racik uang kertas dan kulit bungkus botol yakult, bisa melahirkan gerbang yang sangat mahal di dunia,” ungkap Hamrila.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi menyampaikan Ekobrick terdiri dari kata Eko yang artinya adalah lingkungan dan Brick adalah batu bata, jadi batu bata yang ramah lingkungan.

“Ekobrick adalah batu bata yang dibuat dari uang yang tidak layak dibuang ditempat sampah lalu dibuat produk kreatif jangka panjang, atau suistainable development,” papar Edwin Permadi.

Diharapkannya dengan pemanfaatan LRUK menjadi Ekobrick dan bekerjasama dengan DLHK Sultra, bisa menjaga ekologi, LRUK tidak menjadi limbah saja melainkan terus dapat digunakan.

Kepala BI Perwakilan Prov Sultra, Edwin Permadi juga melakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) LRUK dari Bank Indonesia ke DLHK Prov Sultra, dan penyerahan 150 buah UV portable alat pendeteksi keaslian uang rupiah kepada Ketua Forum UMKM Prov Sultra Dr H Abdul Hakim, selanjutkan langsung dibagikan kepada pelaku usaha yang hadir.

( *DEL* )

Tanggapi Berita Ini