Oknum Guru SMA N 12 Tikep Diduga Melakukan Pelecehan Seksual

69

Faktual.Net, Tidore.Tindakan pelecehan seksual diduga kembali dilakukan oleh salah satu oknum guru berinisial AY di SMA Negeri 12 Kota Tidore Kepulauan yang berada di Desa Gita Kecamatan Oba terhadap salah satu siswinya berinisial FF (16 Tahun).

Akibat tindakan tersebut, memantik kemarahan keluarga korban sehingga pada Selasa, (26/2/19) pihak keluarga dan masyarakat desa Gita kemudian menyambangi sekolah SMA Negeri 12 Kota Tikep untuk dimintai pertanggungjawaban, bahkan dugaan kasus tersebut juga akan digiring ke pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.

“Yang pasti kami dari pihak keluarga tidak menerima apa yang dilakukan oleh guru bersangkutan terhadap anak saya, untuk itu masalah ini akan kami proses secara hukum biar ada efek jera terhadap oknum guru yang bersangkutan,” ungkap Amarudin Ishak ayah dari FF kepada media ini via telphone.

Senada juga dibenarkan Ketua RT 01 RW 01 Desa Gita Faris Hadi yang juga merupakan keluarga korban, dia mengaku aksi pelecehan seksual yang dilakukan oleh AY itu bermula saat memasuki jam belajar, dimana FF menuju ke Ruang Guru untuk mengambil buku, lalu bertemu dengan AY yang saat itu sedang berada di dalam ruangan. disitulah FF kemudian memberi salam, dan dijawab oleh AY yang diahiri dengan ungkapan “Sayang”, tak berlangsung lama AY kemudian menarik tangan FF dan menciumnya.

akibat tindakan itu, FF kemudian mengalami trauma dan dipenuhi rasa takut sehingga tidak bisa mengadukan kepada Kepala Skolah maupun guru lainnya. baru keesokan harinya FF langsung mengadu di pihak keluarga.

“Kejadiannya itu di hari senin kemarin, cuman karena dia (FF) ini takut sehingga tidak menceritakan di kepala sekolah, dan baru tadi kami tau sehingga kami kemudian menyambangi sekolah untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak sekolah,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Faris yang merupakan paman dari FF ini menuntut kepada pihak sekolah agar segera mengeluarkan AY dari sekolah tersebut karena jangan sampai tindakan bejat itu akan berlangsung terhadap siswi lainnya yang bersekolah di SMA Negeri 12 Kota Tikep. Bahkan dia juga meminta agar AY segera diberhentikan sebagai seorang guru, karena jangan sampai ketika AY hanya sebatas dipindahkan ke sekolah lain, maka bisa saja perbuatan AY ini akan berimbas pada siswi di sekolah lain.

“Saya sudah sampaikan di kepala sekolah agar yang bersangkutan harus dikeluarkan dari SMA 12, dan Saat ini juga kami akan menuju ke Polsek Oba untuk membuat laporan, karena kami berharap yang bersangkutan ini harus diberi sanksi secara hukum. Soal kondisi korban saat ini sedang mengalami trauma, lagipula si korban ini serumah dengan saya, karena orang tua kandungnya berada di Batulak (Gane Barat)” bebernya.

Sementara menurut Kepala Sekolah SMA Negeri 12 Kota Tikep Ahmad Mahmud saat dihubungi vai telpon mengaku bahwa kasus tersebut telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk dikembangkan, pasalnya dia juga belum dapat memastikan kebenaran dari persoalan tersebut karena menurut dia kejadian itu berlangsung disaat jam belajar. Dan si AY, dimata Ahmad dikenal selalu menjalankan ibadah lima waktu tidak pernah AY tinggalkan.

“Saya belum bisa mengatakan itu benar atau tidak karena tidak ada saksi yang melihat, selain itu juga saat kejadian itu saya dan para guru-guru lainnya sedang mengajar di kelas, dan peristiwa itu katanya berlangsung di ruang guru,” ungkapnya.

Untuk itu, demi menjaga agar situasi sekolah tetap kondusif, Ahmad kemudian menegur AY untuk sementara waktu jangan dulu ke sekolah, sementara terkait dengan sanksi yang akan diberikan, kata Ahmad dia masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak Polsek Oba.

Terpisah saat diconfirmasi melalui Kepala Satuan Reskrim (Kasatreskrim) Polres Tidore IPTU. Dwi Gastimur Wanto mengenai kasus tersebut, hanya saja ia belum mendapat laporan resmi dari polsek oba, sehingga ia berjanji akan kembali mengecek masalah tersebut melalui Polsek Oba. “Saya belum dapat informasi soal itu, sebentar saya cek dulu melalui kapolsek oba,” ujarnya saat dihubungi via telephone.

 

Reporter : Aswan Samsudin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :