Faktual.net, Bone, Sulsel- Peringatan Hari Ibu menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran strategis perempuan, khususnya ibu, dalam membangun fondasi keluarga, masyarakat, hingga masa depan bangsa. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bone, Andi Purnama Sari Amier, SE, menegaskan bahwa ibu memiliki posisi yang sangat fundamental dalam kehidupan sosial dan pembangunan nasional.
Menurutnya, peran ibu tidak hanya terbatas pada ruang domestik, melainkan mencakup kontribusi besar dalam pembentukan karakter, nilai moral, dan ketahanan sosial. Dari rahim dan didikan seorang ibu, lahir generasi yang akan menentukan arah bangsa ke depan.
“Hari Ibu adalah pengingat bagi kita semua bahwa peran perempuan, khususnya ibu, sangat strategis. Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, guru terbaik dalam kehidupan, sekaligus rumah paling aman tempat nilai-nilai kemanusiaan dan kebajikan ditanamkan sejak dini,” ujar Andi Purnama Sari Amier, Senin, 22 Desember 2025.
Ia menambahkan, kekuatan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas keluarga, dan keluarga yang kuat tidak terlepas dari peran seorang ibu yang mendidik dengan cinta, keteladanan, dan pengorbanan tanpa batas.
Dalam momentum Hari Ibu ini, Andi Purnama Sari Amier juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh perempuan Indonesia yang telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan, baik sebagai ibu rumah tangga, pekerja, pendidik, aktivis sosial, maupun pemimpin di berbagai bidang.
“Selamat Hari Ibu untuk seluruh perempuan hebat yang mengabdi dengan cinta. Perempuan adalah sumber ketangguhan keluarga dan energi perubahan dalam masyarakat,” tuturnya.
Lebih jauh, politisi Partai Gerindra tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Ibu bukan sekadar perayaan simbolik, melainkan momentum memperkuat komitmen bersama dalam mendorong kesetaraan dan keadilan bagi perempuan.
Ia menekankan pentingnya membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berani tampil, bersuara, dan berperan aktif dalam pengambilan keputusan, termasuk di bidang politik dan pemerintahan.
“Kita harus terus mendorong perempuan untuk berani tampil dan mengambil peran strategis. Negara dan daerah perlu menghadirkan kebijakan yang responsif gender, agar perempuan mendapatkan perlindungan, kesempatan, dan perlakuan yang adil,” tegas legislator dua periode itu.
Menurutnya, politik seharusnya menjadi ruang pengabdian bagi perempuan, bukan justru menjadi penghalang. Kehadiran perempuan dalam politik diyakini akan memperkuat perspektif kebijakan yang lebih inklusif, humanis, dan berpihak pada kepentingan keluarga serta kelompok rentan.
“Perempuan tidak boleh dipinggirkan dari ruang-ruang pengambilan keputusan. Politik harus menjadi sarana pengabdian untuk menghadirkan perubahan, bukan penghalang bagi perempuan untuk berkontribusi,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Andi Purnama Sari Amier berharap semangat Hari Ibu dapat terus hidup dalam kebijakan, sikap, dan tindakan nyata, sehingga perempuan Indonesia semakin berdaya dan dihargai, serta anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, adil, dan penuh kasih sayang.
Redaksi Sulsel.
















