Faktual.net – GORONTALO – Presisi teknis dan kesesuaian spesifikasi pekerjaan menjadi sorotan warga Desa Mohiyolo dan Karya Baru, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo. Mereka mempertanyakan kualitas pengerjaan saluran air milik Dinas PUPR Provinsi yang terpasang berkelok‑kelok tanpa lapisan dasar koporan, padahal tercatat sebagai proyek bersumber dana provinsi.
Dari pengamatan warga, alur saluran beton yang membentang di jalan poros desa tidak lurus dan terlihat melenceng dari garis seharusnya. “Kalau dari ujung jalan dilihat, bengkok sekali. Tidak presisi. Masa proyek provinsi hasilnya seperti ini?” ujar Mustapa Potale, warga setempat, Kamis (18/6).
Kekhawatiran warga bukan hanya soal tampilan. Masalah mendasar ada pada ketiadaan koporan atau lantai dasar pasangan batu sebagaimana sempat disampaikan pelaksana sebelumnya. Pantauan di lokasi (19/6), dinding saluran sudah berdiri namun dasar langsung berupa tanah, bahkan sudah terlihat rongga di beberapa titik.
“Pelaksana bilang akan pakai koporan. Nyatanya cuma dinding, bawahnya tanah dibiarkan. Kalau hujan deras, tanah tergerus dan tak lama bisa roboh,” tegas Irianto Abdullah. Sementara Agus Matulu menambahkan, bentuk saluran yang berkelok‑kelok memunculkan pertanyaan: apakah pengawasan teknis benar‑benar berjalan? “Secara fungsi mungkin mengalir, tapi secara standar dan estetika, ini jadi tanda tanya,” tambahnya.
Warga berharap instansi terkait segera turun meninjau dan mengevaluasi sebelum saluran difungsikan penuh, mengingat risiko kerusakan cepat saat curah hujan tinggi.
Reporter: Johan S//Ismail Gobel)
















