Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
BeritaHumaniora

Hari Ibu Tanpa Ayah: Cinta dan Doa Yang Tak Pernah Berhenti

30
×

Hari Ibu Tanpa Ayah: Cinta dan Doa Yang Tak Pernah Berhenti

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Makassar, Sulsel– 22 Desember 2025, oleh Andi Sriwidyana, S.Pd.,M.Pd.- Hari Ibu selalu menjadi momen yang istimewa. Namun bagi sebagian dari kami, hari ini hadir dengan rasa yang berbeda. Ada kebahagiaan karena ibu masih diberi usia dan kesehatan, tetapi juga ada ruang kosong yang tak bisa disangkal: ayah telah lebih dulu pergi. Hari Ibu tanpa ayah adalah perayaan yang hening, penuh perenungan, dan sarat doa.

Sejak kepergian ayah, rumah tidak pernah benar-benar sama. Suara yang dulu menenangkan, nasihat yang menguatkan, dan kehadiran yang memberi rasa aman kini hanya tinggal kenangan. Namun di tengah kehilangan itu, ibu tetap berdiri. Ia menjadi sosok yang menata ulang kehidupan keluarga dengan kesabaran dan keteguhan yang luar biasa.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Ibu menjalani hari-harinya tanpa banyak keluhan. Ia memikul peran ganda, menjaga keluarga tetap utuh, dan memastikan anak-anaknya tumbuh dengan nilai dan akhlak yang baik. Dari ibu, kami belajar bahwa kekuatan sejati tidak selalu ditunjukkan dengan kata-kata keras, tetapi dengan ketulusan menjalani takdir.

Hari Ibu tanpa ayah mengajarkan arti syukur yang lebih dalam. Syukur karena ibu masih ada, masih bisa kami jaga, kami rawat, dan kami bahagiakan. Kehilangan ayah menjadi pengingat bahwa waktu bersama orang tua adalah anugerah yang tidak boleh disia-siakan.

Baca Juga :  Cuaca Tak Bersahabat, PJ Desa Rappolemba Kejar Penyelesaian Lapangan Bajiminasa Jelang Lebaran

Di hari ini, doa menjadi bahasa paling jujur. Doa untuk ayah yang telah pergi, semoga Allah SWT mengampuni segala khilafnya, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Dan doa yang sama kuatnya kami panjatkan untuk ibu yang masih bersama kami.

“Ya Allah, berikanlah kami kekuatan untuk merawat dan membahagiakan ibu. Sehatkanlah dia, panjangkan umurnya dalam kebaikan, dan jadikan kami anak-anak yang mampu berbakti dengan penuh keikhlasan.”

Hari Ibu bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang kesadaran. Kesadaran bahwa ibu adalah sumber cinta yang tak pernah habis, bahkan ketika hidup mengujinya dengan kehilangan. Ia tetap menjadi tempat pulang, tempat berdoa, dan tempat belajar tentang keikhlasan.

Untuk semua yang merayakan Hari Ibu tanpa ayah, hari ini adalah tentang keteguhan hati. Tentang menerima takdir tanpa kehilangan harapan. Tentang mencintai ibu dengan lebih sungguh-sungguh, karena ia adalah anugerah yang masih Allah titipkan kepada kita.

Selamat Hari Ibu.

Meski ayah telah tiada, cinta dan doa tetap hidup melalui ibu, dan melalui bakti anak-anaknya.

Redaksi Sulsel.

 

Tanggapi Berita Ini