Example floating
Example floating
Headline

Fantasy Land Sukses Memikat Penonton, Hadirkan Pengalaman Teater Inklusif untuk Anak

×

Fantasy Land Sukses Memikat Penonton, Hadirkan Pengalaman Teater Inklusif untuk Anak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net  – Jakarta – Pertunjukan teater musikal Fantasy Land berhasil menyedot perhatian masyarakat dalam menyambut Hari Anak Nasional 2026. Digelar di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (19/7), pementasan produksi Regina Art tersebut menghadirkan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedepankan nilai inklusivitas bagi seluruh anak.

Sejak sebelum pertunjukan dimulai, area teater telah dipenuhi keluarga yang datang bersama putra-putri mereka. Penonton dari berbagai rentang usia, mulai balita hingga orang dewasa, memenuhi setiap kursi yang tersedia. Tingginya antusiasme membuat sebagian pengunjung harus menunggu jadwal pertunjukan berikutnya.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Selama hampir satu jam, panggung disulap menjadi dunia imajinasi yang dipenuhi karakter fantasi seperti naga, peri, unicorn, kelinci, dan berbagai tokoh lainnya. Melalui kisah seorang anak bernama Luna, penonton diajak mengikuti perjalanan tentang keberanian, persahabatan, dan proses menghadapi rasa takut.

Pertunjukan dikemas melalui perpaduan akting, musik, tarian, serta tata visual yang dirancang dekat dengan dunia anak-anak. Cerita mengalir ringan sehingga mudah diikuti, sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya menerima perbedaan dan membangun rasa percaya diri.

Suasana teater pun berlangsung hangat. Anak-anak tampak menikmati setiap adegan dengan cara mereka masing-masing. Beberapa tertawa saat para pemain melontarkan dialog lucu, ada yang ikut melambaikan tangan kepada karakter di atas panggung, bahkan sesekali menjawab percakapan para tokoh seolah menjadi bagian dari cerita.

Di tengah pertunjukan, sempat terdengar seorang anak menangis. Namun suasana tetap kondusif. Orang tua mendampingi anak tersebut, sementara para pemain melanjutkan adegan tanpa menghentikan alur cerita. Respons tersebut mencerminkan konsep pertunjukan yang memang dirancang ramah terhadap berbagai ekspresi alami anak selama menyaksikan pementasan.

Pendekatan itu menjadi salah satu ciri utama Fantasy Land sebagai pertunjukan yang membuka ruang bagi seluruh anak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, untuk menikmati seni pertunjukan secara nyaman.

Pendiri Regina Art sekaligus penulis naskah Fantasy Land, Joane Win, sebelumnya menjelaskan bahwa seluruh pemain telah dibekali pemahaman mengenai kemungkinan munculnya respons spontan dari penonton anak.

Baca Juga :  Panglima GUNTUR Halu Oleo Sultra Apresiasi Silaturahmi Akbar KKMM Sultra

“Kami ingin menunjukkan bahwa persahabatan sejati tidak terhalang oleh cara seseorang berkomunikasi maupun mengekspresikan dirinya. Setiap individu memiliki cara yang berbeda menikmati pertunjukan.”

Dari sisi cerita, Fantasy Land mengusung pola hero’s journey, menggambarkan perjalanan Luna yang bertransformasi dari anak yang dipenuhi ketakutan menjadi sosok yang berani menghadapi tantangan. Nilai tersebut disampaikan melalui alur yang ringan dan dekat dengan kehidupan anak.

Aktris Tika Bravani yang hadir bersama putranya mengaku menikmati keseluruhan pertunjukan. Menurutnya, konsep yang dihadirkan membuat anak-anak dapat menikmati teater tanpa merasa terbebani.

“Aku berharap Fantasy Land bisa tampil di panggung yang lebih besar. Pertunjukannya benar-benar kids friendly. Seru sekali kalau nanti ada Fantasy Land kedua,” ujarnya.

Ia juga menilai pertunjukan tersebut menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan seni pertunjukan kepada anak sejak dini.

“Tadi anakku bisa menikmati dan mengikuti ceritanya. Menurutku ini pengalaman yang seru,” katanya.

Apresiasi juga datang dari berbagai kalangan. Sejumlah tokoh dari Komisi Nasional Disabilitas, Kementerian Agama, serta pemerhati anak menyampaikan dukungan melalui tayangan video yang diputar usai pertunjukan.

Melalui Fantasy Land, Regina Art ingin menunjukkan bahwa seni pertunjukan dapat menjadi ruang yang inklusif bagi semua anak. Tidak hanya menyuguhkan hiburan, pementasan ini juga membawa pesan bahwa setiap anak berhak menikmati pengalaman berkesenian tanpa dibatasi oleh cara mereka berinteraksi maupun mengekspresikan diri.

Ketika pertunjukan berakhir dan para penonton meninggalkan ruang teater, yang terbawa pulang bukan sekadar kisah petualangan Luna di dunia fantasi. Bagi banyak keluarga, Fantasy Land menghadirkan pengalaman bersama yang memperlihatkan bahwa panggung seni dapat menjadi ruang yang menerima keberagaman sekaligus menumbuhkan keberanian, empati, dan imajinasi anak.

Artikel ini sudah menggunakan gaya penulisan media nasional dengan struktur lead–body–penutup, alur lebih mengalir, sudut pandang lebih kuat pada antusiasme penonton dan nilai inklusivitas, sehingga berbeda dari naskah awal namun tetap mempertahankan seluruh fakta penting. (Red/JS/Elly)

 

Tanggapi Berita Ini