Example floating
Example floating
EntertaimentInformasiInspirasi

LatePos A01, Akhir Kisah Semester I di Senja Sore Kampung Bakau

×

LatePos A01, Akhir Kisah Semester I di Senja Sore Kampung Bakau

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

faktual.net, Kendari, Sultra. Sepekan kami rencanakan agar perkuliahan akhir Semester I hadir semua, ya namanya rencana tetaplah rencana, pada akhirnya Allah Azza Wajalla yang finalkan. Dipertemuan akhir Semester I, tiga orang mahasiswa terbaik kelas kami tidak sempat hadir. Dapat info dari berbagai sumber yang terpercaya dan valid se valid investigasi majalah Tempo, Arlinka Anggraeni Rahman lagi sakit, Iwan Ashara Ali sedang dinas luar kota, La Ode Zakram karena satu dan lain hal juga tidak bisa hadir.

Malam itu malam Sabtu, mata kuliah Manajemen Pemasaran menugaskan kelompokku untuk presentasi, sebagai kelompok terakhir dari tujuh kelompok yang telah dibentuk, kami dapat bagian paling akhir. It’s oke, biasanya yang terakhir itu jadi bintang karena menyimpulkan dari semua kelompok yang telah tampil, tapi diluar harapan, dua orang dari enam orang anggota kelompok tujuh tidak hadir. Inka dan Zakram tidak datang melengkapi kelompok kami, sehingga kami harus tampil berempat saja menghadapi enam kelompok yang katanya akan membantai kami dengan bermacam pertanyaan.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Kekurangan anggota mengharuskan saya, Jemmy Yusuf, Wahyu Ramadhaning Bekti dan Chintya Agfin harus mempersiapkan tangkisan terkait dari serangan pertanyaan teman teman yang penuh semangat dan keceriaan.

Om Om Tampan Genk Anoa

Wahyu Ramadhaning Bekti (Tety) dengan suara layaknya presenter dan Chintya yang tampil menawan dengan aura wajahnya yang bercahaya bergantian mempresentasikan materi. Saya dan Jemmy kebagian menjawab pertanyaan. Secara pribadi walaupun kekurangan pasukan tapi kami percaya diri sebab Jemmy dengan kapasitasnya sebagai Kepala Rumah Sakit di Kabupaten Konawe Selatan membuat saya yakin bahwa tidak ada yg bisa mengalahkan argumentasinya di kelas kecuali lemparan Pantun dari Hasriani Husein yang sedari tadi saya lihat tidak sabar untuk bertanya. Sebagai seorang sosialita dari Kabupaten Bombana, Hasriani Husen selalu tampil mempesona dengan style layaknya anak mahasiswa Semester I yang lagi semangat nya kuliah pasca Ospek.

Pindah ke hari Sabtu, perkuliahan dimulai pukul 10.00 Waktu Indonesia bagian Kendari, seperti biasa Mata kuliah Manajemen Pemasaran lagi dan lagi harus presentasi.

Kali ini presentasi bukan menggunakan Power Point tapi Prezi sebuah aplikasi presentasi yang membuat kami sekelas hampir crazy diawalnya tapi berjalannya waktu membuat kami paham bahwa serumit apapun teknologi pasti akan kami kalahkan jika ada kemauan.

Kelompok empat dimulai oleh Irsyad, Muhammad Irsyad Ramadhan yang meninggalkan semua aktivis dunianya demi fokus kuliah. Selalu menggunakan baju lengan panjang kotak kotak membuat Pitra Pradipta Rahman penasaran dengannya, bukan dengan Irsyad tapi dengan lengan yang tertutup baju, dengar kabar ada Tato Naga yang disembunyikan dibalik lengan bajunya, bukan hanya Pitra (Rara) yang penasaran tapi kami semua, apa benar Irsyad punya Tato Naga atau Tato Cacing Pita, biarlah menjadi rahasia Irsyad.

Kalah ganti dari Irsyad, Chintya kembali tampil setelah semalam juga tampil. Ciri khas dari Chintya adalah kulitnya yang putih, perpaduan putih dan sawo matang membuat dirinya selalu bercahaya, mengalahkan cahaya lampu kelas.

Turun tahta, Chintya digantikan Siti Mirnawati Binti Jaidil, namanya terdengar lebih Islami, pernah ditanya oleh dosen, jawabannya karena dirinya lahir di Malaysia. Walaupun lahir di Malaysia tapi Mirna sapaan manjanya belum pernah bertemu Siti Nurhaliza apalagi bertemu Ipin dan Upin.

Mirna tampil agak monoton, kami menduga bahwa dia seorang Kutu Buku atau pengaruh Hobby nya yang suka membaca sebab dia tampil lebih banyak membaca konsep yang ada ditangannya. Harapan kami Mirna tampil lebih lepas, lebih elegan seperti Najwa Shihab diacara Mata Najwa tapi kenyataannya Mirna tampil lebih mirip Pembawa Acara Dunia Dalam Berita di Era tahun 90 an. Yang menarik dari Mirna, wajah nya selalu dihiasi senyuman, tampak tidak ada masalah dalam hidupnya, status masih Jomblo dirinya membuka ruang untuk cowok cowok tampan dan mapan untuk melamarnya .

Akhir dari Kelompok empat, Saprul dan Erawati gantian tampil dipanggung. Saprul dan Erawati adalah pasangan suami istri. Saprul adalah Kepala Desa di salah satu kecamatan terkaya di Kabupaten Konawe, tepatnya kecamatan Morosi tempat pabrik terbesar China berada Virtue Dragon Nickel Indutry, sementara Erawati adalah ASN di Puskesmas Morosi.

Layaknya kepala desa, Saprul tampil dihadapan kami dengan percaya diri, dari raut wajahnya kami menduga bahwa dia tampil percaya diri karena menganggap kami seakan akan warga desanya. Waktu yang singkat dan kode dari Erawati membuat Saprul harus pasrah mengakhiri penampilannya dan diganti sang Istri.

Erawati, Iluni Universitas Indonesia tempat para tokoh Indonesia pernah berkuliah. Saya beberapa kali bersama dirinya dalam satu kelompok, dia cerdas tampak dari susunan kata katanya ketika membaca Power Point, terstruktur sistematis dan masif. Safrul tidak akan bisa memimpin desanya dengan baik jika Erawati tidak ada disampingnya. Teori yang mengatakan bahwa dibalik kesuksesan pria memimpin dunia pasti ada wanita hebat dibelakangnya, teori itu tampaknya benar dan dibuktikan oleh Safrul yang selalu didampingi oleh Erawati dalam setiap keadaan, sekaligus hal tersebut membuat Safrul tidak bisa melirik ke wanita lain padahal dikampus kami sangat banyak gadis – gadis yang berkuliah.

Tante Tante Cantik Genk Anoa

Jam menunjukkan pukul 11 lewat 10, Dosen pengampu Matakuliah mempersilahkan kami untuk menikmati kue kue yang ada sambil presentasi. Hari itu banyak sekali jajanan yang dibawa oleh teman teman kelas, jajanan pasar sengaja dibeli untuk menghidupkan UMKM Kendari. Daud Topa’a hari itu membawa ubi goreng dengan sambal yang pedas. Orang Kendari mengatakan “Pedis Lomboknya”, katanya teman teman, lombok itu adalah racikan Daud, membuat dirinya harus begadang semalaman karena meracik lombok. Daud merupakan Kepala Musem Provinsi Sulawesi Tenggara, dia mempunyai jiwa seni yang tinggi, aktif melatih beberapa kelompok paduan suara, pernah dengar sepintas suaranya lumayan bagus mengalahkan suara vokalis Power Metal dengan tinggi delapan oktaf.

Racikan Lombok Daud membuat kelas kurang memperhatikan bahwa saat itu kelompok delapan yang tampil. Bukan tentang kelompok delapan tapi tentang Hasriani Husein yang ada dikelompok itu. Bintang kelas A01 dengan pantunnya yang selalu memukau. Dia selalu hadir dikelas menggunakan brand brand ternama semisal Dior menunjukkan dirinya adalah sosialita Bombana yang hanya bisa dikalahkan oleh Inka yang juga sama sama Eksis di Bombana tapi sayang hari ini tidak hadir.

Ani di ganti Mulyarni Kusuma Dewi untuk presentasi, pemimpin Bank Sultra cabang Lapulu, setiap perkuliahan selalu membawa Cake yang dibelinya dari toko Asia Baru membuat kami selalu menanti kehadirannya. Kalau dia tidak hadir membuat kami mencarinya. “Mana Yuly”, bukan dianya yang kami cari tapi kuenya yang kami cari.

Akhirnya perkuliahan jam pertama akan berakhir diakhiri dengan tampilan Sapriadi. Kang Yadi alias Kang Anto, nama yang disematkan padanya, perawakan tinggi besar, rambut cepak ala Pemuda Pancasila, Kang Anto adalah idola bagi Jomblowati di kelas kami. Saingannya cuma Aris, persaingan ketat keduanya untuk memperebutkan gelar sebagai Anoa Paling Berbahaya di A01. Tampilan Sapriadi didepan kelas kayak model dimajalah otomotif mengingat hobinya naik turun gunung menggunakan motor Trail.

Sapriadi tampil membuat Putu Wirayanti terpesona. Wajar Putu masih Jomblo, masih tahap pencarian jadi diri, Sapriadi dengan tampilan Maco nya mungkin saja membuat Putu menginginkan untuk dipinang pria sepertinya. Tapi Putu sadar bahwa dirinya tidak bisa bersama Kang Anto yang sudah punya istri dan anak dan Putu tidak ingin masuk menjadi bagian dari itu. Ada cowok yang selalu menjemput Putu di kampus, Putu komitmen untuk selalu setia dengan apa yang sudah dimilikinya.

Kembali ke Ubi Goreng, Ubi Goreng yang dibawa oleh Daud membuat satu kelas kenyang sehingga tidak perlu lagi ada acara makan siang. Ubi goreng Daud membuat inspirasi bagi kami semua bahwa ternyata Ubi bisa menggantikan nasi yang selama ini menjadi makanan pokok bangsa Indonesia. Daud telah menginspirasi kami dengan Ubi Goreng, sering sering lah bawa Ubi Goreng di Semester II. Tuntas Prezi, plong pikiran, Prezi mengharuskan semua penghuni kelas naik panggung, Prezi membuat Aris menemukan rumah Ferly yang tidak sempat hadir saat kelompok Anoa tampil karena Ferly sakit kepala. Prezi membuat Yovita Mayasari Massora dengan rambut Sun Silk nya harus tampil dikelas disaksikan banyak mata, bukan karena penampilannya tetapi karena rambut lurus nya yang menjuntai hampir sampai ke pinggang, rambutnya yang hitam membuat bintang iklan shampo harus grogi ketika berjumpa Sari.

Prezi membuat Erni Sulistyaningsih harus tampil didepan kelas walau hanya sebentar. Tetapi waktu yang sebentar bagi kami yang menyaksikannya, terasa sangat lama bagi Erni yang terselamatkan dengan pertanyaan La Ode Muhammad Halilintar Lutfi. Erni Sulistyaningsih dengan rambutnya yang hitam bercampur putih membuat penampilannya terlihat seperti Rogue di film action X Man. Kontras memang, keberadaan rambut putihnya bukan membuat dirinya terlihat tua tetapi membuatnya lebih enerjik karena tampil kayak Super Hero di Marvel’s.

Prezi membuat Dhita Setiani Tomai harus unjuk kemampuan didepan kelas, seorang Independen Woman yang setiap pekan harus bolak balik Kendari Raha demi menuntut ilmu manajemen buat bekal saat menikah. Prezi membuat Hasma Putri Elisna harus naik panggung walaupun sudah terlambat 30 menit. Sengaja terlambat saat kelompoknya tampil tidak membuat Hasma terhindar dari Prezi.

Prezi adalah momok diawal tapi terasa asik diakhirnya, Momen Prezi membuat Syamsumarlin berkesempatan curhat kepada dosen bahwa setiap Minggu dirinya dan teman-teman seperjuangan harus bolak balik Kendari Bombana menempuh jarak lebih kurang 180 km. Dalam curhatnya dia berharap peluh, keringat dan sedikit air mata terbayarkan dengan nilai “A” yang akan diperolehnya.

Momen Prezi membuat Arum Palangi menunjukkan idealismenya ketika ditanya Inka tentang “Orang Dalam” saat rekrutmen karyawan. Arum dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada sistem “Orang Dalam” kalau dirinya diamanahkan jadi tim seleksi. Prezi membuat perubahan bagi banyak orang, membuatkan Vickid Dwa Putra Jumail menunjukkan skill nya bahwa dia ternyata cocok untuk jadi dosen. Saat tampil Prezi, Vickid tampil layaknya dosen yang sedang menjelaskan didepan mahasiswa, mungkin selesai S2, dirinya bisa menjajal untuk menjadi dosen terbang sembari menjalankan aktivitas utamanya di Bea Cukai.

Kompaknya Genk Anoa

Hari Sabtu itu, kami kompak memakai baju seragam, bukan mau gerak jalan karena mendekati 17 Agustus tetapi ada sesi foto untuk Album Kelas. Studio Time Line yang berada dikawasan Senopati Land menjadi pilihan. Rara paling heboh saat sesi foto, untuk tukang fotonya sabar. Menurut saya bukan sabar sih tapi pasrah sebab situkang foto tahu kalau Rara adalah Ketua Genk A01 sekaligus dewan pembina tim Anoa. 180 derajat berbalik dengan Rara, banyak juga yang tampil cool ditengah hebohnya sesi foto, salah satunya Utami Putri Setyaningrum, dia lebih memilih banyak diam. Utami sejak awal perkuliahan selalu tampil dingin mengalahkan dinginnya AC ruangan A01. Dirinya jarang berkomentar, dirinya lebih sering tersenyum sambil tertawa ringan menanggapi kelucuan kelucuan dikelas yang dibuat oleh Rara dan Ani. Utami adalah leader dikelompoknya, dia dipercaya kawan kawan kelompoknya untuk mengatur keadaan saat ada tugas kelompok yang harus diselesaikan. Keberadaan Utami yang diam dan Rara yang ribut membuat kelas kami selalu hidup dan berwarna.

Mirip mirip Utami, Ajeng Atmanegara juga cool, walaupun beliau cool tetapi saat kerja tugas final di Kampung Bakau sembari makan sore, dia selesaikan tugas lebih awal, seandainya kerja tugas final itu ada piala yang diperebutkan maka Ajeng yang keluar sebagai pemenang.

Dijejeran pria pria tampan, Muhammad Makson Yulianto juga selalu diam, sekali saya mendengarnya tertawa terbahak bahak saat berada di Kampung Bakau mengerjakan tugas final. Makna mendalam dari tertawanya, apakah memang ada yang lucu atau karena dia telah merasa bebas dari tugas tugas kelompok.

Kampung Bakau dijadikan pilihan bagi kelas kami buat nongkrong sekalian kerja tugas final manajemen keuangan. Rara ditemani Chintya dan Mirna telah reservasi lebih awal. Menu pilihan yang mencerminkan selera mereka, Ikan Goreng Tepung, Udang Asam Manis, Cumi Cumi Hitam, Pallumara, Tumis Kangkung dan bermacam menu ditemani es teh dingin. Sebagai insan yang religi, tentu sholat ashar terlebih dahulu saat tiba dikampung bakau. Menunggu menu disiapkan, kami mengerjakan tugas final yang harus segera dikumpul.

Cek and Ricek, ternyata ada satu orang yang tidak bergabung di Kampung Bakau, selesai sesi foto di Time Line, Risal langsung meninggalkan tempat, diinfokannya pada saya bahwa dia harus segera menemui bosnya yang sejak tadi menelepon. Kegiatan kantor mengharuskannya untuk tidak membersamai kami padahal ada Menu yang sudah dipesan oleh Pitra CS, dipesan sesuai jumlah kami.

Sejak Sesi Foto sampai di Kampung Bakau, Rara terus terusan mengganggu Arifin Ganai, Kepala Sekolah SMAN 2 Konawe yang kembali kuliah bersama kami. Usia tidak menghalanginya untuk kembali belajar bergabung dengan jiwa jiwa muda yang masih enerjik. Diujung perkuliahan Arifin Ganai mendapat gelar baru dari Rara, gelar yang membuatnya terkenang saat saat masih SMA diera 90 an, saat Koes Plus masih berjaya dengan lagu lagi romantisnya, gelar baru Arifin Ganai adalah Kaka Arif.

Masih di Kampung Bakau menunggu teman-teman menyelesaikan tugas finalnya. Beberapa teman yang telah selesai, selesai makan dan selesai tugas final memohon pamit untuk pulang duluan, Ajeng, Tety, Rexy Palino. Ajeng dan Tety sangat dimaklumi kenapa harus buru buru pulang sebab ada anak kecil yang menantinya tapi Rexy yang sepengetahuan saya masih Jomblo, apakah ada anak kecil yang juga menantinya atau ada proyek pertanahan yang harus diselesaikannya. Beralasan sebab beliau adalah insan pertanahan Sulawesi Tenggara bersama Utami dan Chintya. Bagi teman teman yang terkendala pengurusan sertifikat dipersilahkan menghubungi mereka.

Adzan magrib semakin dekat, suasana Kampung Bakau mulai senyap, band lokal mulai menghentikan musiknya. Saya masih disini menunggu La Ode Zakram menyelesaikan tugasnya yang masih bersisa satu nomor. Jari jari lentiknya telah lelah tapi dipaksakan untuk terus menulis demi mendapatkan nilai terbaik di Semester I.

Berlima, Saya, Zakram, Muhammad Ashary, Soeharto Hasan dan Aris meninggalkan Kampung Bakau setelah semuanya telah bergeser. Kami menyempatkan singgah di Mushollah untuk sholat magrib. Soeharto berkata bahwa besok dia akan ke Gorontalo menghabiskan masa cuti yang telah diambilnya. Ada kerinduan terhadap keluarganya yang berada di Gorontalo. Begitupun dengan Muhammad Ashary yang dikenal sebagai Om Kano atau Om Kontroversi dikelas, selepas magrib beliau langsung tancap gass menuju Bombana, tempat dimana istri tercintanya yang bernama Inka menunggunya. Magrib beranjak malam, rencana menunggu Iwan Ashari Ali untuk nongkrong bersama tidak kesampaian. Berlima kami berpisah, ada kerinduan sebelum perpisahan, ada kenangan selama Semester I, Kelas A01 dengan sejuta warna, kelas yang penuh canda dan tawa bahkan dosen yang terkesan dingin kami taklukkan. Saya Aco Rahman Ismail, Ketua Tingkat A01. Sampai Jumpa di Semester II

Kendari, 6 Agustus 2024

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit