faktual.net, Kendari, Sultra. Sering kita dapatkan pertanyaan, mana yang lebih bagus antara Madu yang diperoleh dari Lebah yang bersarang pada stup stup yang dibuat oleh manusia atau Madu yang diperoleh dari Lebah yang bersarang pada pohon tinggi di hutan belantara? Jawabannya kedua duanya bagus karena kedua duanya adalah Madu yang berasal dari Lebah. Selama madu tersebut Murni berasal dari lebah, bukan madu sintesis maka Madu tersebut pasti bagus.
Perlu kita pahami bahwa tujuan dari lebah dibuatkan stup untuk bersarang dan memproduksi madu adalah untuk memudahkan manusia memanennya/mendapatkan madu tersebut sehingga para pembolang madu tidak perlu lagi masuk hutan sampai berhari-hari, kemudian memanjat pohon yang tinggi dengan resiko besar.
Bayangkan betapa besar resiko yang dihadapi oleh para pembolang madu dialam liar, mereka harus memanjat pohon puluhan meter hanya untuk memanen satu sarang atau dua sarang madu. Resiko yang dihadapinya tidak sebanding dengan hasil yang akan diperoleh. Apalagi rata-rata pembolang tidak memiliki asuransi sehingga ketika mengalami kecelakaan, maka konsekuensinya akan sangat besar.
Untuk menghindari resiko yang besar, maka seiring berkembangnya zaman dimulailah sebuah teknik untuk bisa memperoleh madu yang berkualitas tanpa harus menghadapi resiko kecelakaan kerja. Para pegiat madu akhirnya menemukan cara bahwa lebah lebah dialam liar harus dibuatkan sarang yang mana sarang tersebut bersifat portabel atau dapat dipindahkan sesuai keberadaan nektar yang dibutuhkan lebah.
Stup atau kotak segi empat dengan frame didalamnya adalah teknik paling ideal sebagai tempat lebah bersarang dan terlindung dari hujan. Para pembolang kemudian memindahkan Ratu lebah yang berada dialam liar kedalam stup, dengan begitu lebah – lebah pekerja akan ikut kemana ratunya berada. Perlu diketahui bahwa ada keunikan yang dimiliki oleh lebah, yang pertama : seluruh lebah – lebah yang berhimpun didalam satu koloni akan selalu mengikuti bahkan rela berpindah tempat jika Ratu lebah berpindah, yang kedua : sejauh apapun lebah pekerja meninggalkan sarang untuk mencari Nektar, jika magrib tiba atau menjelang malam pasti akan kembali kesarangnya.
Jadi, memelihara lebah/budi daya lebah tidak sama dengan Budi Daya hewan ternak yang harus kita pikirkan makanannya, seperti memelihara ayam yang harus kita urus makanannya. Lebah tidak perlu kita urus makanannya sebab akan mencari makanannya sendiri. Tugas kita hanya menempatkan stup – stup ditepian hutan atau diperkebunan yang tanamannya mengandung banyak nektar, misal : diperkebunan Randu, diperkebunan Akasia, diperkebunan Rambutan. Semakin surplus Nektar lokasi stup berada, maka semakin banyak lebah akan menghasilkan madu.
Walaupun stup berada ditepian hutan atau dilokasi perkebunan, insting alami lebah akan selalu mendatangi nektar untuk diisapnya meskipun jauh ditengah hutan belantara. Lebah akan membawa Nektar diperutnya bersamaan dengan beepolen dikakinya saat kembali kesarang. Karena nektar yang diisap berasal dari sari bunga dialam, maka tentu madu yang dihasilkan akan bagus dan berkualitas.
Penulis : Aco Rahman Ismail (Owner Madu Murni Abu Ken)
















