Example floating
Example floating
BeritaDaerah

DPC GMNI Kendari Kecam Dugaan Kekerasan Seksual oleh Oknum TNI, Desak Penanganan Transparan

×

DPC GMNI Kendari Kecam Dugaan Kekerasan Seksual oleh Oknum TNI, Desak Penanganan Transparan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net,Kendari – Ketua Bidang Pergerakan Sarinah DPC GMNI Kendari, Sarinah Irma, mengecam keras tindakan tidak pantas yang diduga dilakukan oleh seorang anggota TNI bernama Majib Bone. Oknum tersebut sebelumnya diketahui bertugas di KODIM 1417/Kendari dengan pangkat Sersan Satu (Sertu). Jum’at ( 1 / Mei / 2026 )

Kasus ini mencuat ke publik setelah MS, ibu korban, mengunggah kondisi dan nasib anaknya melalui akun Facebook pribadinya. Dalam unggahan tersebut, MS meminta agar keadilan bagi putrinya benar-benar ditegakkan. Korban diketahui masih duduk di bangku Sekolah Dasar di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Menurut Irma, dugaan tindakan asusila tersebut merupakan perbuatan yang melanggar norma kehidupan dan sangat mencederai kepercayaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa seorang aparat negara seharusnya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, sejalan dengan slogan TNI “TNI Bersama Rakyat.”

Kasus dugaan kekerasan seksual ini disebut telah terkonfirmasi berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap korban yang menunjukkan adanya dugaan kekerasan seksual. Pada 15 April, kasus tersebut dilimpahkan ke POM Kendari. Namun, tak lama setelah proses pemeriksaan berlangsung di KODIM 1417/Kendari, keluarga korban menerima informasi bahwa terduga pelaku diduga melarikan diri dari pengawasan.

Baca Juga :  Pegiat Literasi dan Pemkab Batang Dorong Penyelamatan Batik Rifaiyah, Regenerasi Jadi Fokus Utama

Menanggapi hal tersebut, Irma menyatakan ketidakpercayaannya terhadap kelalaian prosedur yang menyebabkan terduga pelaku dapat kabur. Menurutnya, peristiwa ini menjadi bukti kegagalan sistem pengawasan internal dalam penanganan perkara di lingkungan peradilan militer.

Melalui Bidang Pergerakan Sarinah, DPC GMNI Kendari mendesak KOREM 143/Halu Oleo dan Dandim KODIM 1417/Kendari untuk mengerahkan seluruh kemampuan intelijen guna menangkap kembali terduga pelaku.

“Kami menuntut penanganan kasus yang transparan kepada publik. Kami tidak ingin ada permainan saling melindungi sesama anggota dalam proses penanganan kasus hanya karena alasan jiwa korps,” tutup Irma dalam pernyataannya.,

Tim

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit