Example floating
Example floating
Daerah

Kata Yahya Zaini dalam Menangkal Radikalisme

×

Kata Yahya Zaini dalam Menangkal Radikalisme

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Nganjuk. Radikalisme menjadi isu yang semakin penting belakangan ini. Berbagai upaya dilakukan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Salah satunya melalui sosialisasi empat pilar kebangsaan.

Yahya Zaini, anggota MPR RI, menegaskan, tugas masyarakat hari ini adalah menjadi benteng utama dalam menangkal radikalisme. “Tugas masyarakat hari ini adalah menjadi benteng utama dalam menangkal gerakan-gerakan radikalisme. Tentu dengan modal mempelajari dan memahami konsep empat pilar kebangsaan,” tuturnya dalam kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro, Kab. Nganjuk.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar itu juga menegaskan, sebagai salah satu dari empat pilar kebangsaan, Pancasila merupakan ideologi yang fleksibel. Pancasila bisa berdampingan dengan ideologi lain selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara maksimal maka akan bisa mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Baca Juga :  Miris! Event Road Race di Gowa Diduga Diwarnai Arogansi, Dugaan Premanisme, dan Kisruh Pengelolaan Parkir

“Masyarakat harus kembali memahami pedoman dan aturan yang ada di dalam empat pilar kebangsaan. Tujuannya demi terwujudnya masyarakat yang harmoni dan penuh toleransi dalam berbangsa dan bernegara,” tuturnya. Jumat, (29/11/2019).

Senada dengan itu, Ketua Pelaksana, Yadianto menyampaikan bahwa, menjaga keutuhan NKRI adalah tugas yang tidak bisa ditawar lagi oleh masyarakat di republik ini. “Kalau NKRI pecah, bukan siapa yang rugi, tapi kita sendiri, masyarakat sendiri yang akan rugi,” kata Yadianto.

Salah seorang peserta, Habib, berharap agar sosialisasi empat pilar kebangsaan dilakukan lebih masif lagi. Seluruh lapisan masyarakat, mulai dari atas sampai akar rumput harus memahami. Selain intensitas sosialisasinya, juga jangkauan, kuantitas, dan kualitasnya. (ari)

 

Tanggapi Berita Ini
Example 468x60