Example floating
Example floating
HukumKriminal

Kasus Dugaan Penadahan Mobil Rental Kian Menguat, LSM Inakor Minta Dugaan Keterlibatan Oknum Diusut

×

Kasus Dugaan Penadahan Mobil Rental Kian Menguat, LSM Inakor Minta Dugaan Keterlibatan Oknum Diusut

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Makassar, Sul Sel – Kasus dugaan penadahan mobil rental yang menyeret nama Yudi Akmal kembali menjadi sorotan publik setelah pemberitaan sebelumnya viral di berbagai platform media sosial.

Dalam sejumlah pemberitaan, Yudi Akmal disebut sebagai terduga penadah mobil rental dalam perkara yang telah dilaporkan ke Polrestabes Makassar. Seluruh dugaan tersebut masih dalam proses hukum, sehingga asas praduga tak bersalah tetap berlaku hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Di tengah mencuatnya kasus tersebut, seorang mantan pejabat Polres Bulukumba disebut menyampaikan bahwa pihak yang bersangkutan diduga telah memiliki banyak korban. Pernyataan tersebut menjadi perhatian berbagai kalangan dan dinilai perlu ditindaklanjuti melalui penyelidikan yang objektif oleh aparat penegak hukum.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Investigasi LSM Inakor Sulawesi Selatan, Asywar, S.Tr., S.H., mendesak Polda Sulawesi Selatan bersama Pomdam XIV/Hasanuddin untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan adanya pihak-pihak yang membekingi praktik penadahan kendaraan bermotor.

“Asasnya sederhana, apabila memang ada indikasi keterlibatan oknum aparat, baik dari institusi kepolisian maupun TNI, maka hal tersebut harus diusut secara profesional dan transparan. Jangan sampai ada kesan bahwa pelaku memperoleh perlindungan sehingga proses penegakan hukum menjadi terhambat,” ujar Asywar.

Baca Juga :  Polisi Periksa 25 Saksi Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik terhadap OP

Ia juga meminta agar oknum anggota TNI yang diduga pernah berada di kediaman terduga penadah dimintai klarifikasi oleh pihak berwenang.

“Kami meminta Pomdam XIV/Hasanuddin memanggil dan mengklarifikasi oknum tersebut. Perlu dijelaskan apa kapasitas dan kepentingannya berada di lokasi tersebut. Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI,” katanya.

Asywar menegaskan bahwa apabila nantinya terbukti terdapat pelanggaran disiplin atau kode etik oleh oknum aparat, maka proses hukum dan penegakan disiplin harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

LSM Inakor Sulsel berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas perkara ini, termasuk menelusuri seluruh pihak yang diduga terlibat, sehingga memberikan kepastian hukum bagi para korban serta menjaga integritas institusi penegak hukum.

Reporter : Enhal Abidin Penaklukh Daeng Rate

Tanggapi Berita Ini