Example floating
Example floating
TokohWisata

Hotel Mercure, Jakarta, Batavia Jadi Saksi Reuni Akbar Alumni PT Cipta Niaga se Indonesia

×

Hotel Mercure, Jakarta, Batavia Jadi Saksi Reuni Akbar Alumni PT Cipta Niaga se Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Jakarta Barat, DKI Jakarta – Hotel Mercure, Jakarta, Batavia yang beralamat di Jalan Kali Besar No. 44-46, Roa Malaka, Kota Tua, Jakarta Barat – 11230, Indonesia. Bangunan ikonik bersejarah peninggalan Hindia Belanda tersebut menjadi saksi diselenggarakannya Reuni Akbar Alumni PT. Cipta Niaga se Indonesia, yang mengangkat tema: “Dengan Semangat Silaturahmi, Kita Tingkatkan Rasa Syukur dan Jiwa Besar guna Mencapai Kesempurnaan serta Kebahagiaan Hidup Lahir dan Batin”, yang diselenggarakan pada Senin (27/11/2022).

Paulus Daniel Karim, General Manager Hotel Mercure, Jakarta, Batavia dan Robert Tambunan

Peserta Reuni Akbar Alumni PT. Cipta Niaga berkumpul di Lobi Hotel Mercure, Jakarta, Batavia. Penuh rasa syukur dan sukacita, bergembira dan senyuman mengembang bertemu sahabat lama yang dulu berkarya bersama dalam perusahaan yang sama kini entah ke mana dengan berbagai kegiatan. Yang jelas yang hadir meski sudah lansia tapi masih menunjukkan semangat yang luar biasa.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Pokja Wartawan Kota Tua (PWKT) hadir diundang untuk turut menjadi saksi dan meliput kegiatan tersebut.

Robert Tambunan selaku penggagas dan panitia kegiatan tersebut mengenalkan kepada kami Direksi saat itu Rimpit Gyono.

 

Rimpit Gyono mengisahkan dengan penuh antusias bagaimana awal karirnya sebagai seorang orang yang dipercayakan menangani Pabrik Pupuk Asia di Aceh.

 

Namun ketika ia dipanggil dan ditunjuk oleh Sekjen Departemen Perdagangan saat itu, maka amanat itulah sehingga mengantarkannya menggeluti dunia niaga di PT Cipta Niaga.

Cukup lama, 11 tahun yaitu sejak tahun 1991 hingga Oktober 2002. Meski kedatangannya dicurigai oleh kawan-kawannya di tempat baru, tapi ia tidak memperdulikannya.

Sikap itu membuat dirinya justru membuat ia berhasil sebagai Direksi untuk memimpin PT Cipta Niaga.

Tahun 1998 meski resesi ekonomi melanda Indonesia, justru bagi PT Cipta Niaga di bawah kepemimpinannya membawa perusahaan itu justru “take off” (lepas landas). Mereka mengalami keberuntungan dan kemajuan.

Dengan kegiatan Reuni Akbar Alumni PT Cipta Niaga, Rumpit Gyono berpendapat, “Saya kira saat reuni ini sebagian besar karyawan PT Cipta Niaga telah pensiun,” ujarnya.

“Saya melihat kawan-kawan yang pensiun berwiraswasta dan banyak yang sukses. Nyatanya reuni ini dapat dilaksanakan di hotel yang megah,” ungkapnya.

“Harapan saya kawan-kawan yang sukses terus mensponsori kegiatan silaturahmi seperti ini. Sebagaimana Sabda Rasulullah bahwa orang yang baik adalah orang yang selalu berbuat baik dan selalu menjalankan silaturahmi. Jadi penyelenggara silaturahmi ini adalah orang yang hebat, dan semoga usahanya senantiasa menjadi berkah,” tuturnya.

Sementara itu Robert Tambunan yang kini masih dipercayakan sebagai legal konsultan di PT Perusahaan Perniagaan Indonesia (PPI) dan selaku penyelenggara reuni ini juga menyatakan, “Reuni PT Cipta Niaga ini diselenggarakan karena kerinduan teman-teman semasa masih aktif dan mencoba mengumpulkan teman-teman dari seluruh Indonesia,” tuturnya.

Robert Tambunan merasa bangga bertemu teman-teman yang sudah berusia 89 tahun bahkan akan hadir dulu selaku direksi sudah berusia 90 tahun.

Menurut Robert PT Cipta Niaga merupakan cikal bakal lahirnya PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) pada tahun 2003.

Sebagai bagian Komunitas Kota Tua Robert Tambunan berharap kepada Pengurus PT PPI, “Semoga kawasan kota tua ini, di mana aset-aset PT PPI yang juga ada di sini dapat menjadi destinasi nasional. Kita dapat mengenal perusahaan-perusahaan eks Belanda dapat kita nikmati, kita pandangi yang menjadi bagian bersejarah,” ujarnya.

Saat aktif di PT PPI Robert Tambunan dengan kebijakan saat itu kadangkala membiarkan gedung-gedungnya yang tua dibiarkan runtuh lalu difungsikan sebagai restoran, hotel sehingga mendukung fungsinya sebagai kawasan kota tua karena sulit juga jika dipertahankan sebagai perkantoran.

Robert Tambunan berharap melalui reuni ini dapat menguatkan dan meningkatkan imun sehat tubuh peserta dengan keceriaan bertemu teman lama tentu ini akan memperpanjang umur hidup.

Pembicaraan serasa kurang lengkap jika tidak menemui Paulus Daniel Karim Sang General Manager Hotel Mercure, Jakarta, Batavia yang didamping Robert Tambunan dan Maksum Aksan Damanik Sang Resident Manager.

Selaku seorang General Manager yang piawai mengelola Hotel berkelas, konsep-konsep memahami lingkungan, kebersihan dan keamanan merupakan hal pokok yang menjadi konsennya.

Belum lagi konsep “tidak menggunakan plastik” merupakan program yang bukan main-main ia terapkan di Hotel Mercure, Jakarta, Batavia.

Konsep Seni dan Budaya Lokal Hotel Mercure, Jakarta, Batavia akan ia terapkan dan berharap kaum muda dapat menarikan Tari Jaipong misalnya di hotelnya.

Bahkan upaya menghidupkan Batik sebagai ciri khas Bangsa Indonesia dia prioritas yang ditempatkan di salah satu tempat di lobi.

Tentu UKM yang akan turut ia terima dari masyarakat haruslah yang berkualitas nomor satu karena akan digunakan oleh wisatawan internasional.

“Hotel Mercure, Jakarta, Batavia mengajak Pemda untuk dapat menyiapkan mobil pesona Jakarta/Batavia yang dapat menghantar tamu-tamunya mengenal kota tua dan Mercure siap mendukung semua itu. Di kota tua setelah beristirahat di Hotel Mercure, Jakarta, Batavia wisatawan butuh objek yang lain,” ujarnya.

Di akhir pemaparan Paulus dia menyatakan, “Kota Tua unik, dan tidak bisa direplika karena unsur historikalnya,” ucapnya.

Melalui kegiatan yang digagas Bapak Robert Tambunan hari ini dan diskusi-diskusi dengan pihak pemerintah dan media termasuk Pokja Wartawan Kota Tua maka akan ada keseimbangan dalam menata kota tua sebagai milik bersama ujarnya menutup perbincangan.

Reporter: Johan Sopaheluwakan 

 

 

.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit