oleh

Gubernur Sulsel tegaskan Jaga Hutan, Kades Babel Saya jagaji kecuali Tahura

Faktual.Net, Sinjai, Sulsel , Gubernur Sulawesi Selatan, H M Nurdin Abdullah tegaskan Kepala desa Sesulawesi Selatan Jaga hutan, kades Batubelerang Sinjai Saya Jagaji kecuali Tahura.

Twitter Gubernur Sulsel, Selasa, 25 Februari 2020. Lalu. para Kepala Desa se-Sulsel pagi ini saya menyampaikan agar menjaga lahan yang masih utuh dan melakukan konservasi hutan yang sudah gundul, hutan yang masih ada jangan dibuka lahan baru lagi, agar apa yang terjadi di hulu tidak berefek bencana di hilir.

Terkait pembangunan kawasan perkemahan dilokasi Hutan Raya (Tahura) Abd Latif yang berlokasi di Desa Batu belarang, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, didukung oleh masyarakat dan pemerintah desa setempat.

Kepala Desa Batu Beleran (Babel) Ahmad P saat di komfirmasi lewat jejarin whatsaap mengenai pembangunan perkemahaan di Taman Hutan Raya Abd Latief Sinjai, mengaku Hutan tetap di Jaga kecuali Tahura?. sabtu, (21/11/2020).

“Kalau di desa Batu Belerang tetap kita jaga hutan kecuali di tahura karna menurut pemda ada izin dari kementrian kehutanan untuk di jadikan perkemahan itupun saya bersama warga telah menanam rumput dan kayu di lokasi  itu”.

Baca Juga :  Kodim 1411/Blk Gelar Acara Pembukaan Pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika Triwulan IV TA.2020

Menurut kades Babel, jika aktifitas di Tahura dihentikan maka dampaknya sangat banyak, umumnya khusus di Kecamatan Sinjai Borong, karena pengelola di kawasan Tahura yang jumlahnya sekitar 70 orang merupakan masyarakat setempat.


“Kalau dihentikan maka masyarakat yang merupakan pengelolah yang juga berjualan dilokasi kawasan Tahura tidak ada lagi penghasilan,” ujarnya.

Ahmad menjelaskan bahwa pada tahun delapan puluhan sampai tahun tahun 1991 di taman hutan raya itu dulu ditanami jangung dan nanti pada tahun 1994-1995 sudah ditetapkan menjadi kawasan taman hutan raya yang dulunya bukan hutan.

Berita terkait:

“Dampaknya kemasyarakat batubelerang khususnya jika aktifitas disana dihentikan sangat banyak, kalau persoalan takut terjadi longsor, itu tidak pernah terjadi longsor karena dulu sering ditanami jagung dan disitu memang tidak ada pohon kayu besar. Justru hutan lindung yang tidak tersentuh yang sering terjadi longsor,” ungkapnya.

Baca Juga :  Warga Sukma Kelurahan Guraping Inginkan AMAN Lanjutkan

Masyarakat Desa Batubelerang sangat mendukung aktifitas yang dilakukan pemerintah daerah untuk pembangunan bumi perkemahan. Kecuali luas wilayah taman hutan raya yang 720 hektar yang mau dijadikan lahan pembangunan bumi perkemahan sebanyak 50 hektar, mungkin saya bersama masyarakat yang pertama menolak.

“Tetapi kan ada pembagian bloknya, ada blok pemanfaatan, perlindungan, blok produksi, rehabilitasi dan blok tradisional. Sedangkan yang dikelolah pemerintah adalah blok pemanfaatan yang luasnya sekitar kurang lebih 1 hektar,” sebutnya.

Bagaimana dampak jika di hulu…?
Apakah tidak berefek di hilir…?,
seperti alirang sungai Balantien,
diketahui sumber aliran iringasi Di daerah Bulukumpa dan Sumber Air Minum PAM saat ini di gunakan di kota Sinjai dan diketahui juga habitat jenis fauna dan flora Tahura Abd Latief, seperti Jamur mahkota, anggrek, Anoa, Kera ekor panjang, Rusa, Pelatuk Sulawesi, yang terancam punah.

(Dzul)

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Tajuk Berita