oleh

Dua Lembaga Survei Dengan Hasil Berbeda, Mana Benar ?

Penulis : Aco Rahman Ismail, ST

Faktual. Net, Kendari. Jaringan Suara Indonesia (JSI) dan Duta Politika Indonesia (DPI) merilis hasil surveinya terhadap Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018 pada Jum’at, 22/6/2018. Kedua lembaga ini memaparkan surveinya dengan hasil yang berbeda. JSI dengan keunggulan Ali Mazi-Lukman Abunawas, sementara DPI dengan keunggulan Rusda Mahmud-Syafei Kahar.

JSI melalui wakil direkturnya, Popon Lingga Geni memaparkan hasil survei lembaganya dengan keunggulan Ali Mazi-Lukman Abunawas sebesar 47, 67 % disusul Asrun-Hugua sebesar 17, 1 % dan ditutup oleh Rusda Mahmud-Syafei Kahar sebesar 16,1 %.

Popon menjelaskan bahwa survei yang dilakukan pada  periode 7-9 Juni 2018 menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden 800 orang, margin of error 3,5 % dan tingkat kepercayaan masyarakat 95 %.

Dihari yang sama, DPI merilis hasil surveinya. Direktur eksekutif DPI, Dedy Alamsyah Manorai memaparkan bahwa survei yang dilakukan lembaganya menggunakan metode multistage random sampling, jumlah responden 1100 orang, margin of error lebih kurang 3 % dan pengumpulan data dilakukan  periode 17-21 Juni 2018.

Dalam rilisnya, DPI mengunggulkan Rusda Mahmud-Syafei Kahar sebesar 38, 75 % disusul Ali Mazi-Lukman Abunawas sebesar 34, 58 % dan ditutup Asrun-Hugua sebesar 10,60 %.

Pertanyaan kritisnya, dua lembaga survei, menggunakan metode yang sama, pengumpulan data hampir bersamaan dibulan yang sama, margin of error pun hampir sama tetapi hasilnya berbeda, lantas mana yang benar?

Lembaga survei adalah lembaga ilmiah, metode yang digunakan ilmiah, pengolahan data menggunakan rumus ilmu pasti, mengapa hasilnya berbeda?

Karena itu, sangat dibutuhkan sikap bijak dari masyarakat untuk menanggapi rilis-rilis yang dipaparkan oleh lembaga survei.

 

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Komentar