Faktual.Net, Tidore. Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan pada tahun 2019 ini mendapat kucuran dana dari Pemerintah Pusat dibawah kepemimpinan Ir. Joko Widodo selaku presiden Republik Indonesia senilai Rp. 17 Milyar. Anggaran itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dibagi dalam dua program yakni Program fisik senilai Rp. 7,3 Milyar dan sisanya untuk program non fisik.
Menurut kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan Abdullah Maradjabessy kepada media ini mengatakan bahwa untuk anggaran Fisik terdiri dari Rehabilitasi Puskesmas Payahe, 2 unit pembangunan Rumah Dinas, Ambulance laut untuk Puskesmas Akelamo 1 unit, Ambulance Darat 3 Unit, 2 Unit Instalasi Pengelolaan Air Limbah (Ipal) yang dipusatkan di Puskesmas Galala dan Payahe, beserta alat-alat kesehatan lainnya.
Sementara untuk Program non fisik, kata lelaki yang akrab disapa dr. Dula itu bahwa dialokasikan untuk Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di setiap puskesmas yang berada di Kota Tidore Kepulauan senilai Rp. 500 Juta.
“Jika lima saja sudah mendapatkan dana BOK maka tentu nilainya sudah mencapai 5 Milyar. Jadi pemerintah pusat memang benar-benar fokus pada pelayanan kesehatan, sehingga kita tinggal memperkuat kebutuhan di daerah dengan menggunakan data,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, (29/1/19)
Selain bantuan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu, Pemerintah Pusat juga membantu Pemerintah Daerah dalam hal melakukan akreditasi puskesmas, dimana untuk pembiayaannya ditanggung oleh Pemerintah Pusat melalui Kementrian Kesehatan, dan di Kota Tidore Kepulauan ini terdapat 10 Puskesmas, hanya saja dari 10 puskesmas itu hanya tinggal satu puskesmas yang belum diakreditasi yakni Puskesmas Payahe, dikarenakan pada tahun sebelumnya puskesmas Payahe masih dalam tahap rehabilitasi.
“Untuk puskesmas payahe ini kami targetkan pada bulan februari atau maret sudah bisa dilakukan survey untuk akreditasi, sehingga ditahun 2019 ini puskesmas payahe sudah bisa terkareditasi,” tambahnya.
Selain bantuan yang diarahkan ke Dinas kesehatan, lanjut dr. Dula bahwa di tahun 2019 ini ada juga bantuan dari Pemerintah Pusat yang dialokasikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tikep senilai Rp. 53 Milyar.
Reporter : Aswan Samsudin
















