Example floating
Example floating
Berita

Dikonfirmasi Soal Dana Ketahanan Pangan Rp167 Juta, Sekdes Bandung Diduga Pilih Kabur Tinggalkan Ruangan

×

Dikonfirmasi Soal Dana Ketahanan Pangan Rp167 Juta, Sekdes Bandung Diduga Pilih Kabur Tinggalkan Ruangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Batang, Jateng – Sikap Sekretaris Desa Bandung, Kecamatan Pecalungan menuai sorotan tajam. Saat masih dikonfirmasi awak media terkait pengelolaan program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa senilai Rp167 juta, Zaenal diduga justru memilih meninggalkan ruangan saat masih dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Peristiwa tersebut memicu tanda tanya besar. Pasalnya, program ketahanan pangan merupakan bagian dari penggunaan Dana Desa yang semestinya dijalankan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Awalnya, awak media mencoba meminta klarifikasi terkait pelaksanaan program ketahanan pangan di Desa Bandung, termasuk realisasi anggaran, bentuk kegiatan, hingga manfaat yang diterima masyarakat. Namun saat dikonfirmasi sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, Sekdes Zaenal disebut malah pergi begitu saja.

Sikap tersebut dinilai mencerminkan buruknya pelayanan terhadap keterbukaan informasi dan terkesan menghindari pertanyaan yang diajukan. Padahal, sebagai pejabat publik, perangkat desa memiliki kewajiban moral maupun administratif untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait penggunaan uang negara

Baca Juga :  MyRepublic dan Pemdes Diduga Injak Wibawa Bupati Takalar

“Ini anggaran Dana Desa, uang rakyat. Jadi wajar jika masyarakat maupun media mempertanyakan realisasinya. Kalau saat dikonfirmasi malah pergi begitu saja, tentu menimbulkan kecurigaan publik,” ujar ari salah satu warga.

Dana ketahanan pangan sendiri merupakan program prioritas pemerintah yang bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat desa. Karena bersumber dari Dana Desa, penggunaan anggaran tersebut seharusnya dilaksanakan secara transparan, terbuka, dan dapat diaudit.

Sikap meninggalkan ruangan saat dikonfirmasi juga dinilai tidak mencerminkan etika seorang aparatur pemerintahan desa. Publik berharap Pemerintah Desa Bandung maupun pihak Kecamatan Pecalungan segera memberikan penjelasan agar polemik ini tidak semakin menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Sekdes Zaenal maupun Pemerintah Desa Bandung belum memberikan keterangan resmi terkait pengelolaan dana ketahanan pangan Rp167 juta maupun alasan meninggalkan ruangan saat dikonfirmasi awak media.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit