oleh

Derita Kanker Lutut 9 Tahun, Sultan Butuh Uluran Tangan Untuk Berobat


Faktual.Net, Makassar, SulselWarga Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sultan alias Iqbal (29 Tahun) yang menderita kanker tulang, saat ini membutuhkan uluran tangan dari para dermawan karena kesulitan dalam biaya berobat.

Sultan menceritakan awalnya penyakit yang menghampirinya itu, sudah sembilan tahun yang lalu, saat itu bengkak yang ada di kaki sebelah kanan, ia kira hanya bengkak biasa dan belum membesar seperti saat sekarang ini.

Keterangan fhoto: istri dan anak saat mengobati nyeri kanker Lutut Sultan

Ketika itu, ia hanya merasakan gatal di bagian kakinya, karena rasa gatal itu ia lalu menggaruknya dan terjadi pembengkakan pada bagian lututnya, ia menganggap kalau gatal biasa, lalu ia menggaruk dan membengkak.

Setelah kelahiran anak pertamanya kaki kanannya terus membesar hingga saat ini, saat itu ia merasakan ngilu dan nyeri pada bagian persendian di lutut.

Ayah dari 2 anak ini tetap bekerja sebagai penjual ikan keliling meskipun merasa kesakitan dan nyeri, karena ia merupakan tulang punggung keluarga untuk menghidupi 2 orang anak dan istrinya yang sedang hamil 9 bulan.

Pria yang mengenyam pendidikan hanya sampai di SD, hanya mampu pasrah atas kondisi yang menimpanya karena tak ada biaya dan tidak memiliki KIS untuk berobat.

Ia saat ini tinggal bersama mertuanya dirumah yang berukuran 2,5 Meter X 9 Meter tanpa WC, keluarga ini termasuk keluarga tidak mampu yang sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak terutama pemerintah.

Baca Juga :  Dugaan Penyalahgunaan ADD Desa Tamannyeleng, Hasil Audit Inspektorat Diserahkan ke Bupati

9 tahun menderita sakit yang diduga tumor lutut, keluarga ini tidak masuk dalam penerima manfaat program-program pemerintah.

Menurut “Rima Damayanti (istri Sultan) bahwa sejak saya menikah sampai sekarang tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah, termasuk bantuan Covid-19 padahal KK saya sudah diambil oleh ketua RT namun sampai hari sekarang tidak saya dapat,” beber Risma.

Ia menambahkan, saya mempunyai KIS pemerintah tapi sebelum menikah dengan Sultan, saat itu saya masih satu KK dengan orang tua saya namun suami tidak memiliki KIS dan kalaupun mau urus BPJS berbayar kami sangatlah susah disebabkan oleh tidak ada biaya untuk membayar iuran bulanannya, penghasilan suami saya hanya mampu untuk makan sehari-hari, itupun kalau dia keluar menjual tapi kalau lagi sakit orang tua sayalah yang memberi biaya untuk makan,” tutur Risma istri Sultan.

Setiap hari suami saya merasakan nyeri di bagian kaki kiri, nyeri itu hilang seketika saya berikan obat tradisional, namun selang beberapa jam, nyeri mulai terasa kembali,” tambah Risma.

Berdasarkan pantauan, saat ini sultan hanya terbaring lesu di tempat tidur tak berdaya, bahkan saat ia buang air kecil, mandi serta ke tempat tidur ia harus dipapah oleh sang istri yang sedang hamil 9 bulan.

Baca Juga :  Ditpamobvit Polda Banten Lakukan Pengamanan dan Himbauan Prokes di PLTU Banten 2

Saat pihak keluarga berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah ataupun orang dermawan untuk membantu biaya pengobatan suaminya, agar penyakit yang di deritanya cepat dilakukan penanganan medis.

Sementara itu Dewan Pimpinan Cabang Generasi Sosial Peduli Indonesia (DPC GSPI) Kota Makassar saat menerima laporan dari masyarakat Kamis, 10 Nopember 2021 langsung menurunkan tim pendamping yang di koordinir oleh Yulianti dan Herawati, untuk melakukan pendampingan terhadap Sultan.

Yulianti membeberkan bahwa kondisi keluarga sultan memang betul sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan untuk biaya pemeriksaan hingga operasi nantinya.

“Kami sudah menguruskan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan dan membawa ke puskesmas Rappokalling untuk meminta pengantar di rujuk ke Rumah Sakit Daya untuk lakukan pemeriksaan, Kamis 18/11/2021 dan pihak RS Daya meminta kembali hari Selasa 23 November untuk pemeriksaan lanjutan,” ucap Yulianti.

“Kami akan terus monitoring dan lakukan pendampingan terhadap saudara Sultan agar bisa mendapatkan pelayanan terbaik dari RS Daya, serta sangat berharap agar ada donatur atau dermawan yang bisa meringankan beban Sultan khususnya perhatian dari Pemerintah Kota Makassar,” harap Yulianti pendamping Sultan dari DPC GSPI Makassar.

 

Laporan: Asywar

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :