Example floating
Berita

Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah

×

Pentingnya Adab, demi Wujudkan Santri Berakhlakul Karimah

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Batang Suyono memberikan sambutan dalam Ngaji Bandongan saat Memperingati Hari Santri Nasional di Serambi Masjid Agung Darul Muttaqin, Kabupaten Batang, Jumat (23/10/2026)
Wakil Bupati Batang Suyono memberikan sambutan dalam Ngaji Bandongan saat Memperingati Hari Santri Nasional di Serambi Masjid Agung Darul Muttaqin, Kabupaten Batang, Jumat (23/10/2026)

Faktual.Net, Batang, Jateng – Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Batang menggelar kegiatan Ngaji Bandongan yang menghadirkan ratusan pelajar dari jenjang SMP dan SMA/SMK sederajat, di Serambi Masjid Agung Darul Muttaqin, Kabupaten Batang, Jumat (23/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemda untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta keilmuan melalui kajian kitab Adabul Alimul Wal Muta’alim karangan KH Hasyim Asy’ari.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Batang Suyono mengharapkan, agar para santri lebih takzim kepada kyai dengan ilmu yang didapat agar makin meluaskan pemahaman sehingga adab lebih diutamakan. 

“Kemanfaatan di masa depan tentu harapannya bisa menyelesaikan segala permasalahan, secara sosial,” jelasnya.

Wabup Suyono pun mengingatkan agar setelah mendapat ilmu jangan justru menyempitkan pola pikir, namun sebaliknya dapat menjadikan pribadi dengan teladan yang baik bagi lingkungan. 

“Yang jelas adab lebih utama dibandingkan ilmu. Karena tata krama lebih utama sebab ilmu dapat menjadikan timbulnya kesombongan apabila tidak ada kendali diri,” tegasnya.

Mengkaji kitab Adabul Alimul Wal Muta’alim karangan KH Hasyim Asy’ari yang dibacakan oleh Ketua MUI KH Zainul Iroqi untuk disimak langsung oleh para peserta Ngaji Bandongan. KH Zainul Iroqi menerangkan Ngaji Bandongan, berarti ulama mengkaji kitab, sedangkan para santri mendengarkan langsung tiap yang dilafalkan.

Baca Juga :  Warga Desak Pemerintah Bertindak Tegas, Jangan Tutup Mata terhadap Dugaan Gudang Ilegal di Jalan Veteran Utara Makassar

“Kitab ini merupakan karangan KH Hasyim Asy’ari yang menjabarkan tata cara seorang santri atau siswa saat menuntut ilmu langsung dari ulama. Di dalamnya juga diajarkan tentang adab, sopan santun seorang santri yang hendak menuntut ilmu di hadapan Kyai,” terangnya.

Salah satu santri dari Pondok Pesantren Darul Qur’an, Abdi mendapat pengalaman baru dengan mengikuti Ngaji Bandongan yang mengkaji kitab Adabul Alimul Wal Muta’alim karangan KH Hasyim Asy’ari. 

Diakuinya, dengan metode tersebut santri lebih mudah dipahami, terkait isi kitab yang lebih mengedepankan adab dan tata cara menggali ilmu dari kitab yang disampaikan langsung oleh kyai.

“Lebih mudah dipahami kalau cara ngajinya seperti ini apalagi bareng-bareng sama santri lainnya. Semoga setelah dapat ilmu dari Kyai Iroqi lebih mudah dipahami,” ujar dia. 

Tanggapi Berita Ini