oleh

Celakalah Bagi Orang Yang Curang

Faktual.Net, Serang, Banten – Kecurangan adalah tindakan yang merugikan orang lain untuk mengambil sebuah keuntungan. Fenomena negatif ini sudah menjadi virus dalam perilaku masyarakat kita. Hingga bagi sebagian orang yang tidak bertakwa dan murah harga dirinya, perbuatan curang telah menjadi kebiasaan yang seolah bukan lagi dianggap dosa.

Hampir dalam semua bentuk interaksi yang dilakukan oleh mereka dengan orang lain selalu saja dibumbui dengan kecurangan, kebohongan, dan khianat. Padahal, jangankan agama, seluruh manusia yang lurus fitrahnya pun menilai bahwa perbuatan itu jelas buruk dan tidak terpuji.

Akibatnya, dari kecurangan akan berdampak lebih besar lagi dan dapat menimbulkan berbagai rentetan kerugian. Selain berdosa, kecurangan juga menimbulkan ketidakpercayaan, hilangnya keberkahan, dan menciptakan permusuhan bahkan pemberontakan.

Seperti yang akan terjadi dalam Pilkades Kabupaten Serang pada 11 Juli 2021 mendatang secara serentak, apabila ada terjadinya kecurangan dari para calon yang akan berkontestasi dengan cara membeli suara masyarakat dengan memberikan sejumlah uang. Mosi ketidakpercayaan masyarakat pun diluapkan dengan berdemo.

Jika itu terjadi, sungguh ironis. Hanya karena ingin menjadi yang terpilih, harus berbuat curang. Bahkan, kecurangan itu mungkin akan terus berlanjut, karena pemimpin terpilih dapat berkuasa selama lima tahun ke depan.

Seperti dikutip dalam risalah berjudul Falaisa Minnaa karya Abdulaziz bin Sarayan al Ushaimy (cetakan Darul Qasim, Riyadh, tahun 2002), perbuatan curang terjadi dalam banyak bidang dan dalam bentuk yang beragam, diantaranya pemimpin yang curang.

Kepemimpinan, jabatan, dan kedudukan sering disalahgunakan untuk menipu rakyat atau orang-orang yang berada dalam kepemimpinannya. Kasus-kasus hukum yang menimpa mereka sudah menjadi menu informasi yang kita terima sehari-hari.

Padahal, perbuatan yang demikian mendapat ancaman keras dari Nabi saw, dengan sabdanya yang berarti, “Tidaklah seorang hamba yang Allah berikan kepemimpinan atas orang lain, lalu ia mati dalam keadaan berbuat curang terhadap orang-orang yang dipimpinnya, melainkan Allah akan mengharamkan atasnya surga.” (HR Muslim).

Ancaman kepada orang-orang yang curang juga sangat jelas dalam Alquran Surah Al-Muthaffifin Ayat 1—9. Allah swt telah menurunkan ayat-ayat tersebut sebagai ancaman kepada orang-orang yang curang (menimbang dan menakar).

Bagi kita yang telah menyadari perbuatan buruk tersebut, hendaknya menjauhi sahabat atau teman yang suka berbuat curang, terus berdoa kepada Allah memohon rahmat, selalu mengingat akhirat, dan berusahalah melakukan amar makruf nahi munkar.

Semoga kita dijauhkan dari perbuatan curang dan siapa pun pemimpin terpilih nanti adalah orang yang amanah. Amin. (Red)

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :