Bupati Konsel Bakal Sertifikatkan Lahan Transmigrasi

152

Faktual.Net, Konsel, Sultra. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) bakal sertifikatkan lahan pekarangan warga masyarakat transmigrasi.

Sikap pemerintah itu diambil untuk menyelesaikan persoalan tumpang tindih kepemilikan lahan dengan perusahaan perkebunan diantaranya PT. Kilau Indah Cemerlang (KIC), PT. Cipta Agung Manis, PT Merbau dan PT. Tiran Sulawesi yang sudah lama terjadi dibeberapa Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) yang ada di Konsel.

Demikian diungkapkan Bupati Konsel,H Surunuddin Dangga ST MM kepada wartawan Faktual.Net saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Minggu, 8/12/2019.

“Tahun 2020 lahan transmigrasi bermasalah akan disertifikatkan. Hal ini terkait lahan warga transmigrasi yang belum mempunyai dokumen kepemilikan sah disebabkan masi bersinggungan dengan lahan beberapa perusahaan perkebunan,” katanya.

Dikatakan, sebagai langkah awal Pemkab Konsel terlebih dahulu melakukan pendataan dan verifikasi ulang lahan untuk mengetahui berapa luasan yang dibutuhkan warga masyarakat transmigrasi sebagai dasar pemerintah mengajukan pembebasan lahan kepada pihak perusahaan bersangkutan.

Baca Juga :  Kadis Pmd gowa berharap semua Kepala desa agar bermitra dengan insan Pers

“Kita sudah melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan. Intinya mereka siap dan legowo melepas lahan untuk warga transmigrasi. Akan tetapi mereka juga perlu data untuk mengetahui berapa luasan lahan yang dibutuhkan. Makanya perlu didata dan diverifikasi ulang,” jelasnya.

Dia menjelaskan, Pemkab Konsel telah membentuk Team, melibatkan dari BPN dan beberapa Perusahaan terkait dalam waktu dekat melakukan pengecekan langsung dilapangan guna mendapatkan data yang akurat tentang luas lahan yang tumpang tindih.

“Ini kita lakukan atas dasar kesepakatan bersama dengan tujuan mempercepat proses sertifikat lahan transmigrasi. Dan jika ada masalah yang ada dilapangan nantinya bisa clear,” terangnya.

Selain itu, kata Surunuddin, proses penerbitan sertifikat itu terlebih dahulu akan dikeluarkan dokumen Hak Pengelolahan Lahan (HPL), selanjutnya BPN akan melakukan pengukuran kemudian menerbitkan sertifikat.

Baca Juga :  Final Turnamen Al yakin Cup, Ayah Erik Optimis Tim Banteng Bakal Raih Juara 1

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Konsel itu juga akan memberikan kompensasi berupa Ternak Sapi bagi warga transmigrasi yang belum mendapatkan lahan usaha dua.

“Supaya adil, warga yang belum mendapatkan penambahan lahan kita akan bantu dengan memberikan Sapi unggul untuk modal berternak,” katanya.

Diketahui, Kabupaten Konsel memiliki Lima (5) UPT yakni, UPT Amohola SP 1 Tahun 2008 sebanyak 200 KK, UPT Arongo Tahun 2010 sebanyak 500 KK, UPT Tolihe Tahun 2012 sebanyak 250 KK, UPT Amohola SP 2 Tahun 2013 sebanyak 190 KK, dan UPT Roda Tahun 2018 sebanyak 118 KK.

Reporter: Marwan Toasa

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :