oleh

BPBD Sinjai Ungkap Bencana Selama Januari-November Dikabupaten Sinjai

Faktual.Net, Sinjai, Sulsel. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai mencatat sebanyak 34 bencana alam terjadi di wilayah Bumi Panrita Kitta sebutan daerah itu selama Januari hingga 24 November 2020.

Kepala BPBD Sinjai Drs. Budiaman menyebut, mayoritas bencana tersebut merupakan bencana hidrometeorologi atau bencana yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi/alam.

“Untuk periode Januari-November masih dominan bencana hidrometeorologi dalam artian pengaruh iklim dan faktor cuaca seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang. Itu tiga poin kejadian yang terjadi pada tahun 2020. Ada kasus lain yang muncul seperti orang hilang, dan tenggelam,” ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (24/11/2020).

Berita terkait

Budiaman menambahkan, untuk bencana banjir yang terjadi masih dominan dalam kota. Sebab, klasifikasi banjir itu pada prinsipnya terjadi karena adanya luapan atau karena tumpahan.

Baca Juga :  Siagakan Dapur Umum Tiga Titik Utama di Karangasem Utara

“Kenapa, karena kita tahu persis kondisi wilayah geografis kita di Kabupaten Sinjai yang cendrung berbentuk cekungan yang mana disekitar kita ada beberapa daerah pebukitan yang mana air terkadang tumpah ke ibu kota pada saat pasang dan disaat pasang seperti itu otomatis akan terjadi genangan dalam kota untuk beberapa saat,” katanya.

Akan tetapi, lanjut Mantan Kabag Humas Setdakab Sinjai ini pada tahun 2020 intensitasnya menurun, demikian juga frekuensinya. Walau kata dia, curah hujan tidak berubah dari tahun sebelumnya. Bahkan sejak Oktober lalu BMKG telah merilis ancaman La Nina.

“Tapi alhamduillah kita di Sinjai walaupun beberapa hari ini terjadi hujan, tetapi kita bisa melihat tidak terjadi genangan karena dilain sisi Satgas penanggulangan bencana yang dibentuk oleh bapak bupati pada tahun 2019 lalu, telah melakukan berbagai upaya penanggulangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Peduli Masyarakat, Dandim 0736/Batang Berikan Bantuan Sembako Kepada Korban Banjir

Upaya itu diantaranya, pembersihan drainase, normalisasi kanal sampai pada penertiban bangunan yang dianggap menghambat pergerakan air di daerah-daerah tertentu.

Meski begitu, pihaknya tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat Sinjai khusunya yang berada di lokasi rawan bencana untuk senantiasa siap-siaga menghadapi perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu dan bisa menimbulkan dampak.

Dari data BPBD Sinjai untuk bencana alam pada tahun 2019 itu sebanyak 89 kejadian, masing-masing angin kencang 27 kejadian, badai petir 3, banjir 13, puting beliung 6, tenggelam 2, kabakaran lahan 5, kekeringan 6, tanah longsor 26, dan gempa 1.

Sedangkan hingga 24 November 2020 totalnya 34 kejadian, angin kencang 16, gempa 2, tanah longsor 15, banjir 2.

Sumber :Tim Website
Reporter: dzul

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Tajuk Berita