Begini Kondisi Terkini Bayi Yang Ditemukan Di Tempat Sampah Saat La Pedato Sambangi Rumah Penemu Bayi

118

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Masih ingat dengan Hasnawati? Ya, dia adalah bayi mungil yang ditemukan oleh Sunawiriadi pada Jum’at dinihari, 18/1/2018 disebuah tempat sampah depan jalan Laute Baru I, Kecamatan Mandonga, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Setelah mendapatkan perawatan intensif dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari selama sepekan dan dinyatakan sehat, akhirnya Hasnawati diizinkan pulang kerumah orang tua angkatnya yakni pasangan suami istri (Pasutri) Sunawiriadi dan Asmah.

Saat ini kondisi bayi itu sudah sehat, memar-memar dan lebam diwajahnya telah sembuh. Saat dikunjungi faktual.net dirumahnya, Hasnawati sedang tidur pulas.

Setelah dijenguk oleh Plt. Walikota Kendari Sulkarnain Kadir pada Senin siang, 21/1/2019 (Saat ini Sulkarnain Kadir telah resmi menjabat Walikota Kendari) saat di RSUD Kota Kendari, maka hari ini Ahad siang, 27/1/2019 giliran anggota DPRD Kota Kendari dari Partai PKB La Pedato, SE yang datang membesuk Husnawati di rumah orang tua angkatnya, jalan Laute Baru I.

La Pedato yang saat ini kembali mencaleg di daerah pemilihannya yakni Mandonga – Puuwatu sangat sedih ketika mengetahui informasi bahwa di dapilnya telah ditemukan bayi perempuan di tempat sampah.

Baca Juga :  Wujudkan Situasi Aman, Personil Polres Gowa Laksanakan Kegiatan Cipta Kondisi

Caleg nomor urut 1 dapil Mandonga – Puuwatu tersebut mengatakan bahwa saat kejadian tersebut dirinya masih berada diluar kota dalam rangkaian perjalanan dinas.

La Pedato (Kopiah Hitam) bersama Sunawiriadi

La Pedato sangat menyesalkan terhadap kelakuan oknum yang tega membuang darah dagingnya. Menurutnya ini adalah hal-hal yang telah sangat melanggar nilai-nilai kemanusiaan.

“Anak ini suci, tidak berdosa, kalau memang si oknum tidak mau terima kehadiran anak ini, kan bisa diserahkan ke panti asuhan atau mencarikan orang tua angkat tanpa harus membuangnya ditempat sampah” ucap La Pedato.

“Walaupun itu juga bukan pilihan bijak, karena yang paling bijak bagi orang tua adalah merawat dan membesarkan anaknya” tambah Pedato.

Anggota DPRD Kendari yang merupakan Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Gunartin yang hengkang ke Partai Nasdem mengatakan hal ini terjadi akibat mulai maraknya pergaulan bebas di Kota Kendari.

Makanya, dia sebagai wakil rakyat dari partai dengan background religi akan memastikan bahwa pemerintah Kota Kendari kembali mewujudkan Kendari sebagai Kota Bertaqwa. Salah satunya adalah menata ulang regulasi yang mengatur kost-kost an, jangan ada campur baur antara kost laki-laki dan kost perempuan dalam satu asrama dan yang terpenting pemilik kost harus memberlakukan jam bertamu bagi anak kost khususnya lawan jenis.

Baca Juga :  Helat Pilkada 2020, Ketua KPU Wakatobi : Tidak Ada Calon Perseorangan

Kejadian ini sudah pasti dari hasil hubungan pasangan tidak resmi, sehingga imbasnya bayi yang tidak berdosa yang jadi korban.

“Dirinya yang baru seumur jagung di parlemen Kendari, akan konsen mengawal hal-hal demikian kedepannya. Dibawah pemerintahan Sulkarnain Kadir, para RT harus selektif untuk memantau lingkungannya terhadap aktivitas kost-kostan atau kontrakan khususnya kost putri terhadap tamu-tamu mereka yang bukan mahram, sehingga kejadian ini dapat tercegah.

Di tempat yang sama Sunawiriadi dan istrinya mengaku sangat bersyukur dengan pihak-pihak yang peduli dengan anaknya (baca : Hasnawati), dan berterima kasih kepada La Pedato yang telah datang kerumahnya. Baginya La Pedato adalah contoh wakil rakyat yang peduli dengan konstituennya karena hanya beliau yang mendatanginya.

Reporter : Aco Rahman Ismail

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :