Example floating
Example floating
BeritaDaerahPemerintahan

Puluhan Hektar Sawah di Lembang Parang Dilanda Kekeringan, Petani Terancam Gagal Panen

×

Puluhan Hektar Sawah di Lembang Parang Dilanda Kekeringan, Petani Terancam Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net,Gowa, Sulsel – Puluhan hektar lahan pertanian di Kelurahan Lembang Parang, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, saat ini mengalami kekeringan parah akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat para petani setempat menghadapi ancaman gagal panen, setelah tanaman padi mereka mulai mengering dan menunjukkan tanda-tanda kematian dini. Rabu (10/6/2026)

Pantauan di lapangan memperlihatkan retakan tanah yang cukup luas di area persawahan akibat minimnya pasokan air. Tanaman padi yang baru memasuki fase pertumbuhan tampak menguning sebelum waktunya, bahkan sebagian mulai mati. Para petani mengaku tidak dapat berbuat banyak selain pasrah melihat kondisi lahan yang menjadi sumber penghidupan mereka terancam gagal produksi.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Perwakilan kelompok tani setempat menyampaikan bahwa kondisi ini sudah berada pada tahap kritis. Mereka berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait untuk segera menyalurkan bantuan air darurat agar tanaman yang masih tersisa dapat diselamatkan.

Menurut keterangan warga, krisis kekeringan di wilayah Lembang Parang bukanlah kejadian baru. Fenomena ini hampir terjadi setiap tahun, terutama pada musim tanam kedua, sehingga menjadi persoalan berulang yang hingga kini belum memiliki solusi permanen.

Baca Juga :  Balai Pengelolaan Kelautan Denpasar Kembali Menuai Sorotan Sejumlah Pelaku Usaha Perikanan

Retakan tanah yang semakin meluas menjadi bukti minimnya sistem pengelolaan air yang efektif di kawasan tersebut.

Para petani menilai belum adanya perbaikan infrastruktur irigasi yang memadai menyebabkan dampak kekeringan terus berulang dari tahun ke tahun.
Saat ini, para petani sangat membutuhkan intervensi cepat, khususnya distribusi air darurat dalam waktu dekat, guna mencegah kerugian yang lebih besar.

Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menghadirkan solusi jangka panjang, seperti perbaikan sistem irigasi serta pengaturan distribusi air yang lebih merata hingga ke saluran tersier yang langsung menjangkau lahan pertanian warga.

Dengan kondisi yang terus berulang setiap musim tanam, petani berharap adanya perhatian serius agar krisis kekeringan di Lembang Parang tidak lagi menjadi ancaman tahunan yang merugikan sektor pertanian dan ekonomi masyarakat setempat.

Reporter : Sattu

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit