Example floating
Example floating
Headline

Ayunan Rakasasa Setinggi 14 Meter, Kades Terapung: akan Menambah Perputaran Ekonomi

×

Ayunan Rakasasa Setinggi 14 Meter, Kades Terapung: akan Menambah Perputaran Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
📷Ketgam: Proses pemasangan ayunan raksasa secara gotong royong.

Faktual.Net, Buteng, Sultra – Berakhirnya lebaran Idul Fitri 1442, Pemerintah Desa Terapung Gelar Tradisi tahunan Suku Bajo, yang di sebut Babue atau ayunan raksasa, di depan halaman Kantor Desa Terapung (Waburunse), Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sabtu (15/05/2021).

Bubue merupakan sebuah ayunan raksasa yang terbuat dari tiang kayu dengan ketinggian 14 meter. Budaya ini masih terpelihara karena setiap tahun diadakan, sebagai salah satu kearifan lokal suku masyarakat Bajo di Desa Terapung, yang biasanya sering dimainkan pada saat selesai lebaran Idul Fitri. Hal ini diungkap oleh Kepala Desa (Kades) Terapung, Pamarudin, S. Pi., M. Pi.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Kegiatan tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk perekat menjalin tali silaturahim antara sesama masyarakat, dan kegiatan ini juga dihadiri tokoh agama dan tokoh adat khususnya diwilayah Buteng, Muna, dan Bombana,” ungkapnya saat dikonfirmasi Media Faktual.Net melalui telepon.

Baca Juga :  Krontjong Toegoe Tampil Memukau di King’s Day 2026 Bertema Air di Erasmus Huis Jakarta

Ia melanjutkan, kegiatan ini biasanya dihadiri pengunjung dari luar daerah dan menjadi pusat sentral perdagangan ekonomi selama ayunan itu berlangsung.

“Dengan banyaknya para pengunjung yang datang tentunya akan menambah perputaran ekonomi di Desa Terapung terkhusus para pengusaha ikan teri, kepiting rajungan, dan para pedagang kaki lima,” tuturnya.

Sementara itu, Roy (23) Warga desa setempat, ia mengatakan, Babue yang merupakan hiburan ayunan dengan tinggi yang tidak biasa. Yang kerap dtemui tiang ayunan hanyalah setinggi dua hingga 3 meter, kali ini tingginya sampai 14 meter.

“Untuk bisa berayun-ayun di udara, menekannya juga pakai tali yang dikendalikan empat orang yang memegang masing-masing ujung tali,” ucap Roy Warga Desa Terapung.

Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksanakan selama 1 Minggu, Tertanggal 15-21 Mei 2021.

Penulis: Kariadi

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit