Example floating
Example floating
Headline

Bento: Kongres PIKI VII Lahirkan Rekomendasi Nyata bagi Bangsa dan Negara

×

Bento: Kongres PIKI VII Lahirkan Rekomendasi Nyata bagi Bangsa dan Negara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net — Jakarta – Kongres Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) tahun ini dirancang bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum strategis untuk melahirkan rekomendasi dan langkah nyata bagi kemajuan bangsa. Hal ini ditegaskan Ketua Panitia Kongres, Drs. Benyamin Patondok, M.M., yang akrab disapa Bento, saat menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan yang berlangsung di Lumire Hotel, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/4).

Dalam suasana yang sarat dengan refleksi kebangsaan, Bento menjelaskan bahwa dunia saat ini dihadapkan pada dinamika global yang semakin kompleks. Peran negara-negara besar dalam berbagai konflik internasional memberikan dampak luas, bahkan hingga memengaruhi kelompok masyarakat yang paling rentan seperti perempuan dan anak-anak. Situasi ini menjadi pengingat bahwa ketahanan sebuah bangsa sangat bergantung pada kekokohan persatuan dan kesatuan di dalam negeri.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Banyak negara yang hancur karena tidak mampu menjaga persatuan. Hal yang sama bisa terjadi pada kita jika tidak kokoh dalam menjalin kebersamaan,” tegasnya menegaskan.

Sebagai wadah bagi kalangan intelektual, PIKI dipandang memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menjadi tempat berdiskusi. Kongres ini diarahkan untuk memperkuat kontribusi nyata dalam menjaga persatuan nasional, terutama di tengah derasnya arus informasi dan tantangan yang muncul dari dinamika komunikasi publik. Media sosial diakui memiliki peran strategis yang dapat menjadi perekat persatuan maupun pemicu perpecahan di antara masyarakat.

Dalam konteks keberagaman bangsa Indonesia, kongres ini menjadi ruang untuk menyatukan gagasan guna memastikan bahwa perbedaan yang ada justru menjadi kekuatan, bukan kelemahan. “Bangsa ini milik kita bersama, terbentuk dari berbagai latar belakang dan kelompok masyarakat, dan di situlah letak kekuatan sesungguhnya kita,” ungkapnya.

Bento menambahkan bahwa persiapan pelaksanaan kongres telah dimulai sejak Januari lalu dan melibatkan dukungan dari berbagai elemen organisasi. Dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp900 juta, kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dan gotong royong dari seluruh jajaran pengurus hingga panitia pelaksana di berbagai daerah.

Baca Juga :  Antam Lakukan Kajian Mendalam Sebelum Operasi Tambang Garut, Sambil Berikan Manfaat Langsung bagi Masyarakat

Apresiasi juga disampaikan kepada Ketua Umum PIKI, DR. Badikenita br Sitepu, yang dinilai telah berhasil memperluas jangkauan organisasi hingga terbentuk 29 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 89 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh Indonesia. Capaian ini menjadi fondasi penting bagi penguatan peran PIKI di tingkat nasional. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh internal seperti Baktinendra, juga menjadi faktor kunci keberhasilan terselenggaranya acara ini, yang menunjukkan bahwa PIKI bergerak sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas dalam membangun kontribusi bagi bangsa.

Acara pembukaan resmi dibuka oleh Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, ditandai dengan upacara pemukulan gong sebagai simbol dimulainya forum strategis tersebut.

Pengalaman dan wawasan lintas sektor yang dimiliki para tokoh PIKI, termasuk kontribusi dalam pengembangan kehidupan beragama di lingkungan nasional, menjadi modal sosial yang memperkaya perspektif organisasi. Hal ini menegaskan bahwa PIKI tidak hanya berbicara dari ruang akademik, tetapi juga memiliki dasar pengalaman yang nyata dalam memajukan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Melalui pelaksanaan kongres ini, PIKI menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi bagi berbagai permasalahan bangsa. Kongres ini bukan sekadar wadah pertemuan, melainkan ruang untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang dapat menjawab tantangan nyata, mulai dari isu sosial, ketahanan nasional, hingga pengelolaan keberagaman.

Dengan demikian, Kongres PIKI VII menjadi bukti bahwa intelektualitas yang terorganisir dapat diwujudkan menjadi kekuatan strategis, serta menegaskan bahwa pemikiran dan gagasan tidak hanya berhenti dalam pembahasan, tetapi dapat diwujudkan sebagai langkah nyata untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. (Red/JS/GDS)

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit