
Faktual.Net, Kendari, Sultra – Akibat loncatan penularan Covid-19 yang semakin meningkat, sejumlah massa aksi yang tergabung dari Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), menolak atas pelaksanaan Muswarah Nasional (Munas) ke-VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yang akan di gelar pada 30 Juni 2021 di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Mereka gelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur dan Polda Sultra, Jumat (25/6/2021).
Aksi demonstrasi tersebut merupakan bentuk protes terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dengan lonjakan Covid-19 yang tak di pertimbangkan.
Karno selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UMK, dalam orasinya Penolakan itu bukan tanpa alasan. Di tengah meningkatnya kasus Covid-19, menilai pemerintah terkesan tidak serius menangani pandemi, dan tidak mempertimbangkan lonjakan kasus Covid-19 di Kota Kendari.
“Aksi ini untuk mengantisipasi lonjakan positif Covid-19, yang semakin bertambah dan dapat memicu terjadinya kerumunan massa, dengan tegas kami menolak, untuk keselamatan jiwa masyarakat di Kota Kendari, kita semua harus mencegah kerumanan massa dan bertambahnya klaster baru,” ucap Karno kepada Faktual.Net.
Berhubung Gubernur Sultra, Ali Mazi tidak menemui masa aksi, maka pihak Biro Hukum Pemprov Sultra, Nengah Suaryo yang kemudian berinisiatif untuk menemui dan menerima tuntutan massa aksi.
“Pernyataan sikap KBM UMK, kami akan di tindak lanjuti kepada pimpinan Gubernur,” ujarnya.
Para mahasiswa peserta aksi pun menegaskan kepada Biro Hukum Pemprov Sultra, agar tidak bermain-main dalam persoalan ini, Masa aksi pun menungu hasil pernyataan yang akan di tindak lanjuti di Gubernur Sultra.
Para mahasiswa juga telah merencanakan aksi jilid dua, jika tak diindahkan tuntuttan mereka.
Untuk diketahui, wacana yang beredar, Presiden RI Jokowi akan turut hadir dalam kegiatan Munas tersebut dan ada 16 pesawat pribadi dan tentu ribuan pengusaha-pengusaha kaya, akan hadir di Kota Lulo.
Reporter: Kariadi













