Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Anggota DPRD Batang Eko Santoso Desak Pembangunan Bendungan Kedunglanggar Atasi Tanah Bergerak

×

Anggota DPRD Batang Eko Santoso Desak Pembangunan Bendungan Kedunglanggar Atasi Tanah Bergerak

Sebarkan artikel ini

Faktual Net, Batang, Jateng – Warga Dukuh Teropong di Desa Jolosekti, Kecamatan Tulis, masih membayangkan rasa waswas jika musim hujan tiba. Fenomena tanah amblas akibat sesar minor yang pernah menyentuh kedalaman hingga satu meter pada Februari 2020 lalu masih meninggalkan dampak hingga sekarang. Meski tanah tak lagi amblas secara drastis, pergeseran perlahan ternyata masih terus terjadi.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Batang dari Fraksi Golkar Eko Santoso mengungkapkan bahwa kondisi tanah di area tersebut sangat bergantung pada cuaca. Pergerakan fondasi tanah rentan terulang saat peralihan musim dari kering ke basah.

Pasang Iklanmu
Pasang Iklanmu

“Apa namanya, berhenti. Tetapi kalau kemarau panjang itu biasanya nanti ketika hujan pasti ada gerakan. Untuk tanah bergeraknya sendiri, pergeserannya saat ini relatif kecil namun tetap terlihat pada infrastruktur desa. Kalau tahun kemarin ada gerakan, tapi cuma 5 cm, pecah itu jalan kita. Terus agak turun itu, ya 2 sampai 5 cm,” katanya, saat ditemui di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Rabu (2/9/2026).

Walau demikian, ia memastikan penurunan skala kecil ini tidak sampai melumpuhkan mobilitas warga. Menanggapi risiko yang membayangi lahan warga, pemerintah daerah dan tim provinsi sempat mengambil langkah mitigasi awal pasca-kejadian 2020.

Penurunan tanah setinggi satu meter saat itu membuat petugas memasang alat sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS), walau kini alat penanda bahaya tersebut sudah dilepas. Selain itu, alih fungsi lahan juga direkomendasikan untuk meminimalkan beban air di dalam tanah.

Baca Juga :  FWJ Indonesia Soroti Pembongkaran Satu PKL di Lokbin UMKM Permai Jakut Sebagai Pesanan

“Dari tim provinsi itu pada saat itu mengimbau agar jangan dibikin sawah. Sawah yang tadinya sawah dibikin kering, sekarang sudah tanaman kering semua. Solusi jangka panjang yang paling dinantikan warga saat ini adalah percepatan proyek infrastruktur air di wilayah sekitar. Pembendungan arus air dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menstabilkan kondisi pergerakan tanah secara permanen,” jelasnya.

Paling aman itu ketika dibikin bendungan. Bendungan Kedunglanggar itu lokasinya kan di wilayah Kedunglanggar. Jadi kita mengharap agar bendungan tersebut segera dibangun. Keberadaan Bendungan Kedunglanggar dinilai punya peran ganda. Selain meredam risiko ancaman pergerakan tanah, bendungan tersebut diproyeksikan bakal menopang pasokan air bersih dan irigasi lintas daerah.

“Itu kan untuk air baku, air bersih Batang, Pekalongan, Petanglong. Terus kemudian untuk air baku Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) juga, untuk pertanian di wilayah Kecamatan Tulis. Kalau di wilayah Kecamatan Tulis ada di wilayah Kenconorejo, Kedungsegok, terus Jolosekti, kurang lebih ada 1.500 hektar,” pungkasnya.

 

Tanggapi Berita Ini