Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Rancangan Perubahan APBD Batang 2026 Diproyeksikan Defisit Rp194,3 Miliar

×

Rancangan Perubahan APBD Batang 2026 Diproyeksikan Defisit Rp194,3 Miliar

Sebarkan artikel ini

Faktual.Net, Batang, Jateng – Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-PABD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang. Pada rancangan perubahan ini, Pendapatan Daerah mengalami penurunan, sementara Belanja Daerah justru mengalami kenaikan hingga memicu defisit anggaran sebesar Rp194,33 miliar.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyampaikan, bahwa struktur pendapatan daerah pada Perubahan APBD 2026 direncanakan sebesar Rp1,756 triliun. Angka tersebut turun sebesar Rp64,02 miliar atau 3,52 persen dibandingkan penetapan awal yang mencapai Rp1,820 triliun.

Pasang Iklanmu
Pasang Iklanmu

“Penurunan terjadi pada Pendapatan Transfer yang diproyeksikan turun 5,7 persen menjadi Rp1,305 triliun. Namun demikian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita targetkan naik 3,4 persen menjadi Rp450,60 miliar dari anggaran awal sebesar Rp435,77 miliar,” katanya dalam penyampaian Nota Keuangan di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Kamis (3/9/2026).

Di sisi pengeluaran, total Belanja Daerah pada R-APBD Perubahan 2026 direncanakan naik 3,3 persen menjadi Rp1,950 triliun dari penetapan awal sebesar Rp1,888 triliun.

“Lonjakan belanja terbesar terjadi pada komponen Belanja Modal yang naik drastis sebesar 54,18 persen. Anggaran Belanja Modal yang semula ditetapkan Rp156,20 miliar melonjak naik menjadi Rp240,84 miliar. Anggaran ini akan dialokasikan untuk pembiayaan aset tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, jaringan, irigasi, serta aset tetap lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Desakan Eveluasi Dapur MBG PT Sinar Jaya, Pekerja Non Lokal, Masyarakat Lokal Tak Diberdayakan

Selain belanja modal, Belanja Operasi juga mengalami kenaikan 6,71 persen menjadi Rp1,483 triliun untuk menopang kebutuhan belanja pegawai, barang dan jasa, hibah, hingga bantuan sosial. Sebaliknya, komponen Belanja Tidak Terduga (BTT) dipangkas 15,45 persen menjadi Rp9,30 miliar, dan Belanja Transfer turun 34,46 persen menjadi Rp216,56 miliar.

“Akibat dari perubahan proporsi pendapatan dan belanja daerah tersebut, Perubahan APBD Kabupaten Batang TA 2026 memperlihatkan selisih defisit sebesar Rp194,33 miliar,” tegasnya.

Bupati juga menegaskan, bahwa defisit anggaran tersebut seluruhnya akan ditutup melalui pembiayaan netto, yakni memanfaatkan penerimaan pembiayaan daerah yang diproyeksikan melonjak 180,48 persen menjadi Rp196,33 miliar. Sementara itu, pengeluaran pembiayaan tetap dipertahankan sebesar Rp2 miliar.

“Pemerintah Daerah berharap dokumen R-APBD Perubahan 2026 ini dapat segera dibahas bersama jajaran DPRD Kabupaten Batang untuk selanjutnya disetujui dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda),” pungkasnya.

Tanggapi Berita Ini