Faktual.Net, Batang, Jateng – Langkah segar diambil Pemerintah Kabupaten Batang dalam merombak jajaran pimpinan sekaligus mereformasi sistem birokrasi. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan resmi melantik sejumlah pejabat tinggi pratama atau eselon II di jajaran Pemkab Batang. Dalam pelantikan tersebut Puji Setyowati yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Diskominfo, kini definitif menjabat sebagai Kepala Diskominfo Kabupaten Batang.
Sementara itu, posisi Asisten Administrasi Umum Setda Batang kini dipercayakan kepada Imam Suprayogi, yang sebelumnya mengemban amanat sebagai Sekretaris BPKPAD.
Bupati Faiz membawa kabar gembira sekaligus tantangan baru bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Pria nomor satu di Batang ini membuat terobosan berani dengan merombak total pola pengembangan karier pegawai. Budaya lama berupa sistem penunjukan atau rekomendasi untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat Pim) resmi ditanggalkan. Sebagai gantinya, pemkab menerapkan mekanisme seleksi terbuka berbasis pemeringkatan (ranking).
“Langkah tegas ini diambil untuk menegakkan meritokrasi secara utuh, sehingga setiap pegawai yang memenuhi syarat memiliki panggung bersaing yang setara tanpa perlu bergantung pada kedekatan atau rekomendasi yang terbatas. Ke depan diklat-diklat Pim itu di Kabupaten Batang sudah tidak lagi berdasarkan penunjukan, tetapi berdasarkan seleksi. Nanti kita akan buka seleksi, siapa pun ingin ikut sebagai peserta Diklat Pim silakan daftar dan nanti ranking yang terbaik itulah yang akan kita kirim,” katanya saat ditemui di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis (3/9/2026).
Skema kompetitif ini dirancang untuk memacu gairah kerja para ASN. Faiz menilai, tradisi penunjukan rentan menciptakan iklim kerja yang statis karena pegawai merasa motivasi kerja tidak berdampak langsung pada peluang karier mereka.
“Sehingga mereka semua punya motivasi untuk bekerja dengan baik. Karena kalau tidak seperti itu, nanti mereka ya sudah akan bekerja as usual saja, merasa biasa saja, toh belum tentu dia akan mendapatkan kesempatan untuk terus meningkat,” jelasnya.
Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Faiz juga menyuntikkan pengingat mendalam bahwa setiap masa jabatan pasti ada akhirnya. Ia meminta ASN tidak sekadar terjebak dalam rutinitas meja kerja, melainkan berlomba melahirkan inovasi nyata bagi masyarakat.
“Untuk setiap orang bekerja dengan baik, lakukan inovasi-inovasi, terus kemudian juga mengingatkan bahwa jabatan itu ada batasnya, tetapi mari kita meninggalkan legacy yang baik,” tegasnya.
Mengingat keterbatasan kepala daerah dalam memantau potensi ribuan pegawai secara personal, sistem seleksi transparan ini dianggap sebagai instrumen paling adil dan objektif.
“Nah, selama ini itu kan kita hanya bisa memberikan rekomendasi-rekomendasi yang itu pun juga pasti akan sangat terbatas. Nah, dengan ini kan membuat semua orang punya kesempatan yang sama. Persaingan yang sehat akan menggembleng profesionalisme ASN secara alami. Sehingga mereka juga makin semangat sih untuk bekerja dengan baik,” terangnya.
Merespons terobosan tersebut, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Batang bergerak cepat menyusun skema seleksi yang komprehensif. Kepala BKPSDM Batang Dwi Riyanto menyampaikan, bahwa instrumen penilaian akan mengukur kompetensi secara menyeluruh, salah satunya memanfaatkan metode Personality and Preference Inventory (PAPI) untuk meneliti profil dan perilaku kerja.
“Input Bu Pj Sekda terkait dengan seleksi diklat yang disampaikan tadi Pak Bupati, berarti kami akan buatkan skema terkait dengan untuk seleksi ini. Proses penyaringan tidak hanya melihat ambisi pegawai, melainkan membedah rekam jejak kinerja, kepemimpinan, hingga daya pikir calon peserta,” tuturnya.
Dwi menyebutkan, sudah mengonsep terkait dengan seleksi menggunakan metode PAPI, yang terkait dengan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kinerja, gaya kepemimpinan, dan lain sebagainya, terus peminatan. Juga bisa kita lihat kemampuan kognitif melalui tes inteligensi.
Hasil tes kognitif dan kepribadian tersebut nantinya akan dikolaborasikan dengan basis data kepegawaian serta sistem manajemen talenta yang telah dibangun Pemkab Batang.
“Mungkin tiga hal skema sederhana itu, dan tadi dipadukan dengan dokumen-dokumen kepegawaian yang ada. Tentunya kan kita kolaborasikan dengan pembangunan manajemen talenta yang sudah kita siapkan. Rekam jejak (track record) setiap pegawai sudah terekam secara sistematis. “Kalau track record itu kan sebenarnya kan sudah terbaca melalui dokumen data yang ada di pembangunan manajemen talenta. Kan di sana sudah banyak instrumen lengkap di instrumen itu,” ujar dia.
Kombinasi antara transparansi seleksi dan penguatan manajemen talenta ini menjadi fondasi baru Pemkab Batang dalam mencetak pemimpin birokrasi masa depan. Menutup pernyataannya, Bupati Faiz menegaskan komitmennya untuk terus memupuk iklim kerja yang adil dan transparan.
“Ya itu bagian dari sistem meritokrasi, karena ya apa pun kan saya, Pak Wabup kan enggak kenal ke banyak orang,” pungkasnya.














